BMKG Sebut Kabut Asap di Palembang Hari Ini ‘Terekstrem’ Sepanjang Kemarau 2019

Secara Regional, melemahnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan dan masih adanya pusat tekanan rendah di wilayah tersebut mengakibatkan adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah tersebut dari wilayah Indonesia.

Hal ini mengakibatkan tetap menurunnya potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel 3 (tiga) hari ke depan (14-16 Oktober 2019). Kondisi angin timuran yang menuju pusat tekanan rendah di Samudera Hindia akan membawa uap air dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa menyebabkan potensi hujan di wilayah Sumsel bagian Barat-Utara.

Sedangkan secara Lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal atau awan konvektif akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis (berbeda tiap tempat) dan berpotensi petir disertai angin kencang.

“BMKG Sumsel menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari pukul 04.00-08.00 WIB dan sore hari pukul 16.00-20.00 seiring potensi peningkatan partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang,” urai Beni.

Selain itu, masyarakat disarankan untuk mengkonsumsi banyak air saat beraktifitas di luar rumah untuk menjaga kesehatan dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari karena posisi matahari berada di ekuator (khatulistiwa).

“Tetap menghimbau untuk tidak melakukan pembakaran baik itu sampah rumah tangga maupun dalam pembukaan lahan pertanian/perkebunan, menganjurkan Sholat Istisqo seiring potensi hujan tanggal 17-18 Oktober 2019,” tutur Beni.