ARJ Bantah Usul Suhendra Hadikuntono Jabat Kepala BIN

istimewa

JAKARTA, Waspada.co.id – Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) membantah telah mengusulkan pengamat intelijen, Suhendra Hadikuntono, menjabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Koordinator ARJ, Aidil Fitri, mengemukakan pernyataan Yanes Yosua Frans pada Rakornas II di Hotel Acacia Jakarta, 13 Oktober lalu, bersifat pribadi, bukan mewakili ARJ sebagai organisasi.

“Tidak benar dan tidak pernah ARJ mengusulkan Suhendra Hadikuntono sebagai calon Menteri/Kepala BIN. Penyataan Yanes Yosua Frans selaku Ketua Umum Group We Love Jokowi-Amin dan Ketua Umum Ormas Nasional Wira Lentera Jiwa (WLJ) bersifat pribadi, tidak ada hubungannya dengan Aliansi Relawan Jokowi,” kata Aidil melalui siaran persnya, Senin (28/10).

Menurutnya, keputusan organisasi ARJ dalam Rakornas II secara bulat dan aklamasi mendukung HR Haidar Alwi yang juga Penanggung Jawab ARJ. Sebelumnya diberitakan, ARJ menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II di Jakarta.

Menurut Janes Josua Frans selaku Steering Committee (SC), agenda Rakornas adalah mengawal pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai Presiden-Wakil Presiden RI terpilih periode 2019-2024 pada 20 Oktober 2019 agar berlangsung aman, damai, dan lancar.

Advertisement

Agenda kedua adalah meminta Presiden Jokowi dalam memilih menteri-menteri di dalam kabinetnya benar-benar the right man in the right place (orang yang tepat pada tempat yang tepat). Salah seorang yang diusulkannya adalah Suhendra Hadikuntono untuk dipertimbangkan menjadi Kepala BIN.

“Memang hak prerogratif Presiden, tapi kalau boleh mengusulkan, kami usulkan Bapak Suhendra. Saya sudah lama menyelidiki, makanya saya tahu kapasitas beliau. Bila ditempatkan di BIN, maka ia akan menjadi the right man in the right place,” jelasnya. (wol/aa/rls/data2)

Editor AUSTIN TUMENGKOL