Puasa Asyura dan Fadhilahnya

Ilustrasi: (Foto: Antara)

Waspada.co.id – Puasa Asyura merupakan puasa yang dilakukan pada 10 Muharam atau pada tahun ini bertepatan dengan 10 September 2019. Hukum menjalankan puasa Asyura dalam Islam adalah sunah.

Sunah berarti ibadah yang berpahala jika dilakukan dan tidak bernilai dosa jika tidak dikerjakan.

Hukum puasa Asyura dalam Islam berasal dari sabda Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam, yang terdapat dalam sejumlah hadis yang sahih.

“Barang siapa yang ingin berpuasa Asyura hendaklah ia berpuasa, dan bagi yang tidak ingin, silakan ia tinggalkan,” sabda Rasulullah dalam Hadis Riwayat Bukhari: 4141, dikutip dari Ensiklopedi Hadist.

Apabila dikerjakan, puasa Asyura menawarkan sejumlah keutamaan. Puasa Asyura disebut dapat menghapus dosa setahun yang lalu.

Advertisement

Adapun puasa pada hari Asyura, aku memohon kepada Allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya,” kata Nabi Muhammad dalam Hadis Riwayat Muslim: 1976.

Puasa yang dilakukan di bulan Muharam disebut paling utama setelah ibadah puasa pada bulan Ramadan.

Seutama-utama salat setelah salat wajib adalah salat pada sepertiga akhir malam, dan seutama-utama puasa setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Muharam,.” Berikut bunyi Hadis Riwayat Muslim: 1983.

Allah juga menjanjikan pahala yang besar dan pintu surga yang khusus untuk orang yang gemar berpuasa.

Hukum puasa Asyura dalam Islam adalah sunah, sehingga berpahala jika dikerjakan. Puasa sunah ini diawali dengan niat dan diakhiri dengan berbuka saat masuknya waktu Magrib. (cnnindonesia/ensiklopedi hadist/ags/data2)