Pendampingan Forum Anak Kelurahan Aur Guna Tercapainya Medan ‘Kota Layak Anak’

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Keberadaan Forum Anak di wilayah kabupaten/kota menjadi indikator penting demi tercapainya Medan sebagai Kota Layak Anak. Di mana program ini adalah amanat pemerintah untuk mengikuti keberhasilan Surakarta, Denpasar dan Surabaya sebagai Kota Layak Anak Kategori Utama.

Demi mewujudkan hal tersebut, Universitas Sumatera Utara (USU) dengan program “Dosen Mengabdi 2019” turut terpanggil dalam sebuah kegiatan bertajuk “Pendampingan Forum Anak Kelurahan Aur Guna Mencapai Predikat Kota Medan Sebagai Kota Layak Anak.”

WOL Photo

Demikian dikatakan Koordinator kegiatan, Dra Linda Elida M.Si, usai melakukan kegiatan klasikal dan dialog tentang pentingnya hak anak di Sekreatriat Komunitas Peduli Anak (KOPA) Jalan Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Minggu (15/9)

Linda menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu tugas seorang dosen, selain menjadi pengajar dan peneliti. “Tadi sudah kita sampaikan tiga tema besar, yaitu yang pertama tentang konsep hak anak sebagai payung hukum mengedepankan dan mengutamakan hak anak. Kedua, peran forum anak sebagai pelopor dan pelapor yang terkait dengan hak-hak anak,” ujar Dosen Ilmu Sosiologi USU ini.

Ketiga, kata Linda, menciptakan inspirasi bagi anak-anak yang terkait kegiatan-kegiatan positif bagi anak. “Tadi kami telah menyampaikan kepada anak-anak tentang 5 klaster hak anak sesuai UU Perlindungan Anak. Jadi ini terkait dengan cita-cita pemerintah menjadikan Medan sebagai Kota Layak Anak,” ujarnya lagi.

Advertisement

“Ada 24 indikator Kota Layak Anak, salah satunya adalah berdirinya Forum Anak. Karena ini merupakan sebuah keharusan dan kewajiban di sebuah wilayah. Baik itu dari tingkat yang paling rendah kelurahan sampai ke tingkat nasional. Jadi kita bermitra dengan KOPA dan Forum Anak Nasional (FAN) untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” jelas Linda.

“Sehingga tadi kita bersama-sama dalam sebuah kelas menyampaikan, dengan metode dialog tentang tema-tema yang penting diketahui oleh anak-anak dalam sebuah Forum Anak,” ungkapnya.

Dikatakan, secara spesifik pihaknya baru pertama kali melaksanakan kegiatan ini. “Ini memang baru pertama kali terkait pencapaian Kota Layak Anak. Tapi untuk kegiatan anak, kita sudah beberapa kali melaksanakan kegiatan kelompok belajar dan bermain bagi anak-anak,” tambahnya.

Pendamping Anak dari KOPA Kelurahan Aur, Syafri Icap, turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami berterima kasih kepada para narasumber yang telah memberikan pembekalan kepada anak-anak di sini, tentang apa itu hak anak. Kami merasa senang sekali karena anak dilibatkan langsung dalam kegiatan ini, lebih kurang ada 40 anak,” ujarnya didampingi Pengurus KOPA Aur, Azisman.

“Dari dialog tadi kami melihat dan terasa anak-anak tadi bertambah gembira setelah mendapat berbagai pengetahuan. Kami berharap ke depan, bagai mana program ini bisa berkelanjutan yang bersentuhan langsung bagi anak-anak. Semoga ada kepedulian dari instansi-instansi lain, bahwa pentingnya hak anak ini, kami sangat menyambut baik,” jelasnya.

Syafi juga berharap adanya sinergitas antara para dosen, mahasiswa dan lembaga-lembaga peduli anak, khususnys di Kelurahan Aur untuk lebih peduli dengan hak-hak anak. “Demi melakukan penguatan etika mora bagi anak-anak ke depan,” tutupnya. (wol/ags/data2)

Editor: Agus Utama