Ma’ruf: Mereka yang Tak Setuju RKUHP Bisa Gugat Ke MK

KH Ma'ruf Amin. (Foto : Okezone)
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin menilai pro-kontra dalam Rancangan Kitab Undang-Unadang Hukum Pidana (RKUHP) hal yang wajar.

Menurutnya, ada yang sepakat maupun tidak sepakat dengan RKUHP yang pengesahannya saat ini sedang ditunda DPR RI. Bagi mereka yang tidak sepakat, Ma’ruf menyarankan untuk mengajukan uji materi atau judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pro-kontra boleh saja, orang sepakat tidak sepakat, tapi ditempuh melalui mekanisme yang ada. Bagi mereka yang tidak setuju, bisa menggugat melalui judicial review di MK,” kata Maruf di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (21/9/2019).

Presiden Jokowi sudah meminta DPR menunda pengesahan RKUHP yang sebelumnya direncanakan pada Selasa 24 September, karena ada penolakan dari berbagai kalangan.

Advertisement

Ma’ruf Amin enggan menanggapi soal penundaan pengesahan RKUHP.

“Tanya pemerintahlah pak, saya kan belum dilantik jadi wakil presiden,” ujar Ma’ruf.

RKUHP yang dibahas DPR mendapat penolakan dari berbagai kalangan masyarakat, karena sejumlah pasal didalamnya dinilai berpotensi mengekang kebebasan sipil dan demokratisasi.

Pasal-pasal yang dinilai kontroversi di antaranya tentang penghinaan terhadap presiden, perzinaan, kumpul kebo.