Gerindra Sumut Sesalkan Tindakan Refresif Terkait Unjuk Rasa

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu. (Istimewa)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – DPD Partai Gerindra Sumut menyesalkan tindakan refresif aparat saat mengamankan aksi unjukrasa mahasiswa berbagai perguruan tinggi yang berlangsung Selasa (24/9) di Medan karena menimbulkan korban bukan saja mahasiswa, tapi juga menyasar anggota DPRD Provinsi Sumut.

Dalam siaran pers yang diteken Ketua DPD Gerindra Sumut Gus Irawan Pasaribu dan Sekretaris Robert L Tobing, Kamis (26/9) malam, menyatakan pemukulan oleh aparat keamanan justru terjadi di kantor DPRD Sumut tempat para anggota dewan bertugas.

Dalam siaran pers itu Gus Irawan Pasaribu menambahkan pemukulan terhadap anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara tersebut memastikan bahwa pola penanganan yang dilakukan oleh aparat kepolisian dalam hal penanganan aksi unjuk rasa diluar SOP (Standard Operational Procedur) yang telah ditetapkan sehingga dapat menyasar siapa saja karena dilakukan secara sembrono.

“Untuk itu, kami meminta Kapolda Sumatera Utara Irjen (Pol) Agus Andrianto untuk menegakkan aturan sesuai ketentuan kepada oknum yang telah bertindak diluar standar operasional pengamanan sebagai pelajaran kepada yang lainnya. Sehingga hal – hal seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang,” kata Gus Irawan Pasaribu.

DPD Gerindra Sumut meminta agar Kapolda meminta maaf secara terbuka atas tindakan refresif yang dilakukan anggotanya karena menimbulkan korban di kalangan mahasiswa dan anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara.

iklan

Selain itu jika tindakan tegas tidak diambil DPD Gerindra Sumut juga mengingatkan agar Kapolri turun tangan menyelesaikan kasus tersebut. “Semoga apa yang terjadi saat ini tidak berulang di kemudian hari. Karena kami memahami bahwa institusi Kepolisian adalah institusi yang mengayomi seluruh anak bangsa di negeri ini,” katanya. (wol/min/data1)

Editor: Agus Utama

Iklan