Edy Ajak Generasi Muda Peduli Nasib Bangsa

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (HMI Sumut) serius menyimak materi Ketahanan Bangsa dan Negara yang disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi, Sabtu (31/8).

“Berbicara ketahanan negara itu artinya memiliki kesadaran dan kepedulian dengan nasib bangsa. Kalau sudah acuh tak acuh, bagaimana mau mempertahankan negara?!” ujarnya sebagai pemateri Advance Training dan Stadium General Kebangsaan Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumut.

Edy pun mengapresiasi pelaksanaan pelatihan yang mengangkat “Upaya Menjaga Ketahan Bangsa dan Negara” ini. HMI sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang diperhitungkan di Indonesia sudah sepatutnya harus membekali para anggotanya dengan wawasan-wawasan kebangsaan. Sehingga, pemahaman dan kecintaan terhadap bangsa dan negara terus tumbuh.

“Kalian anak muda itu harus ikut campur dengan nasib bangsa ini. Maksudnya adalah kritis dan berikan masukan-masukan yang membangun. Ikut campur tetapi tentu harus harus objektif ya. Harus jadi anak-anak muda yang hebat kalian ini dan memiliki budi pekerti,” ucap Edy.

Gubsu mengingatkan bahwa salah satu kunci utama pertahanan negara adalah persatuan dan rasa persaudaraan. Apabila mudah dipecah belah sesama penduduk bangsa Indonesia, tentu akan mudah dijajah kembali oleh negara lain.

Advertisement

Materi dan paparan yang disajikan Gubernur berupa pengalamannya saat masa-masa menjadi prajurit TNI, potret dan atraksi kekuatan militer Indonesia serta negara-negara lain. Disajikan dengan konsep serius tapi santai, membuat peserta menikmati pemaparan Edy. Hal ini terlihat dari reaksi peserta saat menyimak, tepuk tangan, dan tertawa.

Pemateri lainnya adalah Connie Rahakundinie Bakrie, pengamat dan analis pertahanan. Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Respiratori Saddam Al Jihad, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Gubsu dan bersedia menjadi pemateri.

Ketum Badko HMI Sumut, M Alwi Hasbi Silalahi, menambahkan bahwa salah satu tujuan kegiatan adalah terbinanya kader pemimpin yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai dan wawasan kebangsaan dalam gerakan dan aktivitas berorganisasi. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL