Diberhentikan Tanpa Pesangon, Buruh Bongkar Muat Belawan Demo Pemko Medan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Puluhan masa yang tergabung dalam Primkop Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Belawan berunjukrasa di pintu keluar kantor Wali Kota Medan, Senin (9/9). Mereka menuntut hak-haknya dan meminta kejelasan atas diberhetikan secara tiba-tiba oleh pihak koperasi TKBM.

Salah seorang pengunjukrasa, Rusmadi, mengatakan pihak Primkop TKBM mengeluarkan aturan baru tentang batas akhir usia bagi pekerja TKBM 55 tahun tidak bisa lagi bekerja. Dengan alasan sudah lanjut usia dan dianggap kurang produktif.

“Kami minta kejelasan saja, jadi kalau pun diberhentikan kami minta hak-hak kami dipenuhi. Seperti kasih pesangon, selesaikan perumahan yang kami cicil dari setiap kali ada bongkar muat,” jelas pria berumur 55 tahun tersebut.

Rusmadi menilai, pihak Primkop TKBM sama sekali tidak menghargai mereka yang sudah bekerja puluhan tahun. “Sampah aja diletakkan pada tempatnya, masa kami yang sudah puluhan tahun bekerja tidak dipandang jasa-jasa kami? Permintahan kami sederhana saja, penuhi saja hak-hak kami, seperti pesangon, BPJS, perumahan yang masih dicicil dan sebagian belum ada yang lunas,” pintanya.

Sementara itu Koordinator Aksi Horas Hugo Gultom dengan tegas mengatakan, bila aspirasi mereka tidak ditindaklanjuti, maka akan menyampaikan keluhannya ke Presiden. “Ada 3000 lebih pekerja TKBM Belawan dan 1000 lebih pekerja sudah di atas 55 tahun,” sebutnya.

Advertisement

“Kami akan menyampaikan persoalan kami ini ke Pak Presiden. Kami yakin, pak Jokowi pasti mau mendengar apa yang menjadi persoalan kami. Karena pak Jokowi pernah berpesan, jangan pernah mempermaikan nasib orang kecil,” katanya menirukan pernyataan Jokowi.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN