Cucu Pendiri Kota Medan Kembalikan Formulir Pendaftaran ke PDIP

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Didampingi puluhan relawan Guru Patimpus Pelawi For Medan (GPPFM), Cucu Guru Patimpus, Sidarta S Pelawi, menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon (Balon) Wali Kota Medan ke Sekretariat PDIP di Jalan Sekip Baru Nomor 26 Medan Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (14/9).

Formulir pendaftaran penjaringan Sidarta S Pelawi diterima Wakil Sekretaris Internal sekaligus Tim Penjaringan DPC PDIP Kota Medan Jansen Sihaloho.

Di sela-sela penyerahan formulir pendaftaran, cucu Sang Founding Father Kota Medan ini mengatakan dirinya beserta perwakilan relawan GPPFM menyerahkan persyaratan pendaftararan sesuai dengan konstitusi dan undang-undang di Indonesia seperti yang diaturkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Hari ini saya datang sebagai cucu Guru Patimpus pendiri Kota Medan. Keterpanggilan saya tidak hanya karena moyang kita sebagai pendiri Kota Medan, tetapi juga terpanggil untuk memimpin Kota Medan. Tentunya sesuai undang-undang harus punya kriteria politik dan saya salah satu kader PDIP dan mendaftar hari ini setelah melengkapi administrasi yang dibutuhkan,” ujarnya.

Terkait visi misinya, Pelawi mengatakan maju menjadi Medan Satu dengan alasan ada tiga hal besar yang harus dibangun. Yaitu memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Karena Kota Medan terkenal dengan orang-orang yang pintar. Seharusnya bisa membangun Medan karena SDM yang andal dan bisa maju lebih cepat.

Advertisement

Kemudian sumber daya keuangan, di mana Kota Medan memiliki potensi pajak yang besar seperti iklan, PBB, dan lainnya. Perbaikan pendapatan pajak Kota Medan itu akan menjadi prioritas pihaknya. Karena bagaimanapun, pembangunan akan berjalan lancar kalau ada anggaran dan SDM yang handal. “Banyak pembangunan dan perbaikan yang menanti, seperti perbaikan drainase, jalan, dan lainnya,” sebutnya.

Selain itu, Kota Medan harus dikembangkan secara sistemik, yaitu mencegah generasi milenial jangan sampai mereka tersesat dengan penyalahgunaan Narkoba dan kejahatan lainnya. Pihaknya akan bekerja sama dengan badan-badan terkait secara efektif.

Sidarta menyebutkan, dirinya bersama 14 etnik yang ada akan bergandengan tangan membangun dan memantau pembangunan di Kota Medan. Hal itu juga menjadi salah satu modal untuk membangun Medan.

“Saya anak Medan dan cucu dari pendiri Kota Medan. Saya ingin mengajak anak Medan bersama-sama untuk membangun kota ini. Stop korupsi. Karena korupsi itu menyedot darah rakyat. Apapun caranya harus kita lakukan secara bersama-sama. Intensif, income dan sistem penggajian para aparatur dan pejabat akan diperbaiki dengan tujuan meminimalisir korupsi,” ujarnya mengakhiri.(wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN