Rapat Pembahasan P-APBD 2019, Komisi I DPRD Medan Sarankan Ini ke Satpol PP

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rahkmat Harahap, mengaku ada sejumlah anggaran pada program P-APBD Tahun Anggaran 2019 terjadi pengurangan dan pergeseran. Meski demikian, pihaknya tetap mensinergikan antara anggaran dengan program yang ada sehingga semua bisa berjalan dengan baik.

Dalam rapat pembahasan P-APBD 2019 yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Medan, Sabar Syamsurya Sitepu, anggota Komisi I DPRD Medan Zulkarnaen Yusuf, mengatakan perlu dipikirkan menyoal anggaran tak terduga. “Mengingat kerja Satpol PP penuh dengan resiko tinggi, maka perlu dipikirkan anggaran tak terduga,” ujar Zulkarnaen, Senin (12/8).

Apalagi mengingat peristiwa kemaren, lanjut politisi PAN Kota Medan ini, di mana Kasatpol PP dan seorang anggotanya kena siram air panas saat melaksanakan tugas penertiban pedagang Warkop Elisabeth.

“Sehingga perlu ada pertimbangan untuk memasukkan anggaran tak terduga,” sarannya menguatkan.

Anggota Komisi I lainnya Andi Lumbangaol, mengusulkan perlu adanya anggaran pelatihan untuk Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS), hal ini terkait Peraturan Daerah (Perda) Ketentraman dan Ketertiban Umum yang saat ini sedang dibahas.

iklan

Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu, menekankan kepada Satpol PP Kota Medan, agar tidak pilih kasih dalam menekankan peraturan.

“Agar tidak ada kesan pilih kasih, semua bentuk pelanggaran peraturan harus ditindak. Tidak terkecuali usaha yang ada di Jalan Mahkamah Medan yang sudah memakai badan jalan,” beber Sabar.

“Sama halnya di Jalan Pandu yang perlu ditertibkan, sehingga semua pelanggaran peraturan diperlakukan sama,” tambah politisi Partai Golkar Kota Medan ini.

Menjawab semua itu, Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rahkmat Harahap menerima masukan yang dipaparkan para anggota dewan dan berjanji akan menindaklanjutinya. (wol/mrz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan