Program Smart SIM Dinilai Akan Menyusahkan Rakyat

Fadli Zon (Foto: Reni Lestari/Okezone)
agregasi

 

JAKARTA – Korps Lalu Lintas Kepolisian RI (Korlantas Polri) dalam waktu dekat akan meluncurkan Surat Izin Mengemudi (SIM) Pintar atau Smart SIM, pada 22 September mendatang. Melalui kartu ini pengendara semakin dipermudah membayar tilang hingga belanja online.

Merespons hak itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon kurang setuju adanya program Smart SIM ini. Sebab, menurutnya program Smart SIM tak akan efisen dan justru menyusahkan masyarakat.

“Menurut saya harusnya enggak perlu, menyusahkan bagaimana masyarakat tuh,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Seharusnya, lanjut Fadli, melalui KTP elektronik semua dapat terintegrasi dengan baik. Sehingga tak butuh lagi kartu-kartu elektronik seperti Smart SIM ini.

Advertisement

“Seharusnya pemerintah harus konsen ke single identity card, e-KTP menjadi sumber di negara lain juga begitu. Itu nanti akan disambungkan dengan tagihan dia dan akan mempengaruhi yang lain. Jadi harusnya enggak perlu pake kartu-kartu lagi. Kartunya satu aja,” tegasnya.

Karenanya Politikus Gerindra ini menilai Smart SIM belum tentu akan terjangkau ke seluruh bagian masyarakat. Sehingga dia kembali menegaskan Smart SIM dianggap malah menyusahkan masyarakat.

“Kalau menurut saya akan menambah beban ya. Di era digital orang seharusnya semakin mudah bukan semakin susah,” tandas Fadli.