Dijamu Rachmawati, Ini Pembicaraan Prabowo

Istimewa
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7).

Berdasarkan pantauan, Prabowo menyambangi kediaman Rachmawati sekitar pukul 16.30 WIB. Ia mengenakan kemeja safari cokelat dengan mobil Toyota Alphard berwarna putih.

Selang satu jam lebih pertemuan, Prabowo tampak keluar dari kediaman anak ketiga Presiden RI pertama, Sukarno tersebut.

Saat keluar, Prabowo enggan membeberkan pembahasan yang dilakukannya dengan Rachmawati. Ia mengatakan hanya membahas topik yang menurut keduanya menarik.

“Loh beliau kan dewan pembina Partai Gerindra, Wakil Ketua Umum, ya kita bahas masalah masalah yang menarik aja bagi kita,” kata Prabowo

iklan

Selain itu, Rachmawati mengatakan dirinya turut menyajikan nasi liwet untuk Prabowo dalam jamuannya. “Yang penting ini bukan nasi goreng tapi nasi liwet,” kata Rachma.

Lebih lanjut, Rachmawati membeberkan pertemuan itu turut menyinggung mengenai pertemuan antara Prabowo dan Presiden Joko Widodo hingga Ketua Umum Megawati Soekarnoputri beberapa waktu lalu.

“Oh ya tentu [bahas pertemuan dengan Megawati dan Jokowi]. Kan sudah disampaikan kepada saya sebelum pertemuan itu, kemarin ya ketemu aja ya begitu,” kata Rachma.

“Ada pertemuan diundang ya datang. Gitu juga waktu di MRT ya ketemu pak Jokowi diundang ya ketemu bicara ringan aja kok,” tambahnya.

Tak hanya itu, Rachmawati menegaskan pertemuan itu tak membahas mengenai arah ideologi Partai Gerindra ke depan. “Sebagai wakil ketua dewan pembina bidang ideologi ya kita ngobrol pengertian ideologi, kepentingan bangsa, negara ke depan ini harus bagaimana,” kata dia.

Selain itu, Rachmawati enggan merespon terkait rencana sikap politik Partai Gerindra kedepan. Ia mengatakan Gerindra akan tetap memposisikan diri untuk menjaga semangat Trisakti ajaran Bung Karno. Ia memandang kondisi bangsa ini memiliki antitesa spirit Trisakti milik Bung Karno.

“Ini yang sedang kita pikirkan bagaimana baiknya bangsa ke depan. Jadi bukan masalah kekuasaan, masalah jabatan bukan ke situ sebetulnya pemikiran awal, pemikiran utama kita bagaimana menyelamatkan kebangsaaan kita ini ke depan,” kata dia. (cnnindonesia/ags/data1)

Iklan