Poldasu Tangkap Wakil Ketua GNPF Sumut Diduga Makar

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Dit Reskrimum Polda Sumut mengamankan Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Sumut, Rafdinal, atas dugaan kasus makar. Refdinal sendiri langsung dijemput penyidik dari kediamannya, Senin (27/5).

“Rafdinal dijemput dari kediamannya. Sekarang masih dimintai keterangannya,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Penyidik Ditreskrimum Polda Sumut sendiri juga melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang warga dan aktivis. Mereka dipanggil sebagai saksi secara bergiliran mulai dari hari Senin (27/5) hingga Rabu (29/5) terkait dugaan makar yang diduga dilakukan oleh Rafdinal.

Untuk hari ini, penyidik melakukan pemanggilan terhadap Ustadz Heriansyah. Namun, Ketua GNPF Ulama Sumut itu tidak memenuhi panggilan.

“Yang bersangkutan tidak hadir,” ucap MP Nainggolan, dengan tidak hadirnya Heriansyah pihak penyidik akan melakukan pemanggilan kedua.

iklan

MP Nainggolan menyebutkan, beberapa warga dan aktivis yang dipanggil ke Polda Sumut termasuk penjemputan Rafdinal, terkait adanya kasus dugaan makar yang terjadi di Jalan Brigjen Katamso-MT Haryono-Jalan Sisingamangaraja, Medan. “Jadi saat itu ada aksi pawai obor malam hari, diduga ada upaya melakukan aksi makar di situ,” terangnya.

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian, enggan memberi penjelasan terkait diamankannya Rafdinal. “Tanya ke Humas saja ya,” sebut dia.

Seperti diketahui, penyidik Dit Reskrimum Polda Sumatera Utara memanggil 6 orang warga untuk dimintai keterangan dalam kasus dugaan makar.

Pada surat panggilan yang beredar pada grup whatsapp kalangan jurnalis, mereka yang dipanggil Heriansyah, warga Jalan Balaidesa, Perumahan La Tahzan Desa Marindal II Kecamatan Patumbak.

Kemudian Angga Fahmi (Mahasiswa UMSU), Fatra warga Jalan Sekretariat Masjid Raudhatul Islam Jalan Yos Sudarso Gang Peringatan, Medan, Prabu Alam Syahputra warga Dusun III Desa Telaga Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Indra Suheri (Pengurus FUI Sumut) dan Rinaldi pengurus Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Mereka dipanggil sebagai saksi untuk dimintai keterangan dalam dugaan tindak pidana makar sebagaimana dimaksud Pasal 107 KUHPidana dan atau Pasal 110 KUHPidana yo Pasal 87 yo Pasal 88 KUHPidana yang terjadi pada Sabtu 4 Mei 2019 di Jalan Brigjen Katamso-MT Haryono-Jalan Sisingamangaraja, Medan, yang diduga dilakukan oleh Rafdinal.

Heriansyah dipanggil untuk hadir pada Senin 27 Mei 2019. Kemudian Angga Fahmi, Prabu Alam Syahputra dan Indra Suheri dipanggil untuk hadir pada Selasa 28 Mei 2019. Sementara Fatra dan Rinaldi dipanggil untuk hadir pada Rabu 29 Mei 2019.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan