Membaca Arah Politik ‘Dua Hati’ Demokrat

Iklan

Sulit Bergabung
Pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, Demokrat lebih baik menjadi oposisi pemerintahan Jokowi – Ma’ruf 2019-2024 lantaran memiliki sumber daya serta mesin politik yang memadai.

“Justru kalau merapat ke pemerintah, Demokrat hanya akan menjadi buih di lautan. Dignity sebagai partai yang menang pilpres dua periode bakal hilang,” kata Adi.

Adi mengatakan Demokrat juga akan sulit untuk bisa bergabung dengan koalisi Jokowi – Ma’ruf. Pertama, kendala hubungan yang kurang baik antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan SBY.

Kedua, Adi menilai Demokrat bakal tidak leluasa karena sudah begitu banyak partai lain berada dalam koalisi Jokowi – Ma’ruf. Mereka pun telah berpeluh berbulan-bulan lamanya memperjuangkan kemenangan Jokowi – Ma’ruf. Tidak seperti Demokrat yang selama ini bersama Prabowo – Sandi.

Ketiga, Adi menganggap PDIP juga sulit untuk menerima Demokrat menjadi bagian koalisi. Alasannya, PDIP tentu tidak ingin memberikan panggung untuk mengerek popularitas kepada calon lawannya di Pilpres 2024.

iklan

“PDIP sama saja memelihara ‘anak macan’ karena Demokrat dan AHY bisa membesar dan cukup potensial menjadi lawan tangguh di pemilu 2024,” kata Adi.

Adi yakin AHY bisa mengerek popularitasnya dalam lima tahun ke depan tanpa harus menjadi anggota kabinet pemreintahan Jokowi – Ma’ruf. Menurutnya, Demokrat memiliki mesin politik yang memadai nan mumpuni untuk mengasah AHY hingga mengkilat.

“Gen dan DNA Demokrat sebagai partai besar tanpa harus berada di kekuasaan. Dengan catatan, AHY harus melakukan kerja-kerja politik secara intensif lima tahun mendatang juga,” tutur Adi. (cnn indonesia/data1)

Iklan