Kivlan Zen Disebut Sudah Jadi Tersangka Makar

Kivlan Zen (Foto: Ist)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Pengacara Kivlan Zen, Djuju Purwantoro mengatakan kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan perbuatan makar. “Rabu lusa pemeriksaan tersangka Pak Kivlan Zen,” ujarnya, Senin (27/5).

Berdasarkan surat panggilan pemeriksaan untuk Kivlan, seharusnya pemeriksaan dilakukan pada 21 Mei lalu, sebagaimana yang diperoleh CNNIndonesia.com. Pada surat itu tertulis jika Kivlan dipanggil untuk diminta keterangannya sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana penyebaran berita bohong atau hoaks dan atau makar dan atau penghasutan.

Surat tersebut pun sudah ditandatangani oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Nico Afinta. Djuju sendiri mengaku telah menerima surat tersebut minggu lalu. “Tersangka dari minggu lalu. Tersangka yang di Bareskrim,” tuturnya.

Nico saat dikonfirmasi pun enggan memberikan jawabannya. Dia hanya mengatakan untuk mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo.

Sementara itu Dedi belum membenarkan jika Kivlan telah jadi tersangka. “Saya cek dulu ke penyidik,” tuturnya saat dikonfirmasi.

iklan

Sedangkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen M Iqbal mengatakan akan melakukan pengecekan soal kabar tersebut. “Saya cek dulu,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Kivlan Selasa (7/5) lalu, Kivlan dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran berita bohong dan makar.

Laporan terhadap Kivlan tersebut diterima oleh polisi dengan nomor laporan LP/B/0442/V/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Dalam tanda terima laporan yang diperoleh CNNIndonesia.com, pelapor adalah Jalaludin.

Kivlan dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 14 dan atau pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP pasal 107 jo pasal 110 jo pasal 87 dan atau pasal 163 bis jo pasal 107. (cnnindonesia/ags/data2)

Iklan