Bupati Labura dan Labusel Bisa Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi

Kapolres Tapsel, AKBP Rony Samtana (foto: jpnn)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Penyidik Subdit Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut saat ini masih mendalami dugaan penyelewengan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dilakukan oleh Bupati Labuhan Batu Utara (Labura) Khairuddin Syah Sitorus dan Bupati Labuhan Batu Selatan (Labusel) Wildan Aswan Tanjung.

Namun begitu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Poldasu, Kombes Pol Rony Samtana, mengaku kedua Bupati tersebut statusnya berpotensi dapat diangkat menjadi tersangka.

“Saat ini masih saksi. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk naik menjadi tersangka,” ungkapnya, Kamis (2/5).

Penetapan ini, lanjut Rony, akan diputuskan dalam gelar perkara yang akan dilakukan penyidik dalam waktu dekat. Tapi sebelum itu, pihaknya akan meminta keterangan dari para saksi ahli terlebih dahulu.

“Untuk waktunya (pemeriksaan saksi ahli) kita belum tentukan. Tapi akan kita lakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

iklan

Rony menuturkan, keterangan saksi ahli akan menentukan keputusan penyidik. Apakah menaikkan status kedua Bupati itu sebagai tersangka atau tidak.

“Intinya, status tersangka ini akan diambil tergantung keterangan saksi dan alat bukti yang kita kumpulkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Bupati Labura, Khairuddin Syah Sitorus, telah menjalani pemeriksaan di Poldasu sebagai saksi, pada Jumat (26/4). Ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 senilai Rp3 miliar.

Sementara itu, Bupati Labusel Wildan Aswan Tanjung menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Poldasu pada, Senin (29/4). Untuk kasusnya, ia diduga terlibat penyelewengan DBH PBB tahun 2013 hingga 2015 di Kabupaten Labusel sebesar Rp1,9 miliar.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan