Diberitakan Tak Bayar Gaji Karyawan, Ini Klarifikasi UNIQLO

Ilustrasi (foto: ist)

Denmark, Waspada.co.id – Terkait dengan kasus yang tengah merundung brand fast fashion asal Jepang, Uniqlo, tentang dugaan belum memenuhi kewajibannya kepada dua orang pekerja asal Indonesia, Warni dan Yayat.

Ini penjelasan Uniqlo bahwa pada awalnya PT Jaba Garmindo, mantan pabrik pemasok UNIQLO di Indonesia, mengajukan kebangkrutan dan menjadi bangkrut pada April 2015.

Setelah kebangkrutannya, beberapa LSM internasional telah melobi UNIQLO untuk memberikan kompensasi finansial kepada mantan karyawan PT Jaba Garmindo.

Fast Retailing Group bersumber dari PT Jaba Garmindo untuk merek UNIQLO dari Oktober 2012 hingga Oktober 2014. Menyusul masalah kualitas dan penundaan pengiriman yang berkelanjutan, Fast Retailing berkonsultasi dengan PT Jaba Garmindo pada awal 2014 dalam upaya untuk memperbaiki situasi, tetapi PT Jaba Garmindo adalah tidak dapat menyelesaikan masalahnya.

Pada titik ini, Fast Retailing memastikan tidak dapat lagi mempertahankan hubungan bisnis yang ditandai oleh kepercayaan dan keandalan dengan PT Jaba Garmindo – penentu penting kemampuannya untuk memenuhi harapan pelanggan global. Karena itu, Fast Retailing memutuskan untuk menghentikan bisnis dengan PT Jaba Garmindo dan keluar dari hubungannya dengan perusahaan pada Oktober 2014, menyelesaikan pembayaran untuk semua pesanan hingga tanggal itu secara tepat waktu.

Advertisement

Fast Retailing tidak memiliki kewajiban hukum terkait hal ini, termasuk tanggung jawab untuk memberikan kompensasi finansial kepada mantan karyawan PT Jaba Garmindo. Meskipun Fast Retailing tidak memiliki kewajiban hukum, namun berempati dengan mereka yang terkena dampak situasi PT Jaba Garmindo.

Oleh karena itu, perusahaan telah menawarkan untuk bekerja dengan pihak-pihak terkait untuk memfasilitasi kembali pekerjaan bagi pekerja yang masih menganggur. Selain itu, Fast Retailing saat ini memimpin pembicaraan dengan para pemangku kepentingan di seluruh industrinya mengenai metode yang mungkin melindungi pekerja industri pakaian jadi dari skenario serupa di masa depan.

Fast Retailing berkomitmen untuk melindungi hak-hak pekerja dan terus bekerja menuju kondisi kerja yang baik di semua mitra manufakturnya.

Fast Retailing bertemu langsung dengan perwakilan serikat pekerja PT Jaba Garmindo di Jakarta, Indonesia, pada Juli 2017 dan November 2018, di hadapan mediator independen. Pertemuan terbaru dihadiri oleh eksekutif Fast Retailing yang bertanggung jawab atas keberlanjutan, serta anggota perusahaan yang terlibat langsung dalam masalah ini. Karena kesepakatan bersama untuk menjaga kerahasiaan isi rapat, rincian lebih lanjut tidak tersedia untuk dibagikan saat ini.

Namun, Fast Retailing mengonfirmasi rencananya untuk terus membahas dengan perwakilan serikat pekerja tentang tawaran untuk membantu memfasilitasi kembali pekerjaan bagi mantan karyawan PT Jaba Garmindo yang tetap tidak memiliki pekerjaan hari ini.(wol/rls/data2)