Prabowo Takluk dalam Hitung Suara Suara di Korea Selatan dan Denmark

Penghitungan Suara di KBRI Denmark. (Dok. KBRI Denmark)

SEOUL, Waspada.co.id – Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin tercatat unggul dengan perolehan suara sekitar 67,6 persen dalam pemilihan umum (Pemilu) 2019 di Korea Selatan, Rabu (17/4).

Dari sekitar 7.085 suara sah, pasangan Jokowi-Amin meraup 4.791 sementara pesaingnya, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan 2.294 suara. Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, mengaku berterima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu.

“Saya berterimakasih kepada semua pihak yang membantu penyelenggaraan pemilihan umum kali ini,” kata Umar, dikutip Antara.

Proses perhitungan suara di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul terpantau cukup lancar meski sempat terjadi perdebatan antara beberapa saksi dengan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri (KPPSLN) karena perbedaan perhitungan surat suara.

Beberapa warga yang terlambat melakukan pencoblosan juga mendatangi kantor KBRI pada hari ini dan sempat mengeluarkan amarahnya karena sempat tidak diperbolehkan untuk mencoblos.

Advertisement

“Saya ini warga negara Indonesia, dokumen saya lengkap. Kenapa hanya terlambat dua menit saya tidak diperbolehkan untuk mencoblos,” kata seorang pria yang mengaku bekerja di Ansan, sekitar satu setengah jam dari Seoul.

Namun setelah bernegosiasi dengan panitia pengawas pemilu dan panitia pemilu luar negeri, pria yang tidak mau disebutkan namanya tersebut akhirnya bisa menunaikan haknya.

Selain itu, Pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf Amin juga unggul 79,9 persen suara dalam pemilu yang digelar di Denmark, Rabu (17/4). Dari total 552 suara pemilih, Jokowi-Ma’ruf meraih 440 suara.

Keunggulan Jokowi-Ma’ruf mengalahkan paslon Prabowo-Sandi yang hanya meraih 76 suara atau 79,9 persen keunggulan. Sisanya terdapat 6,5 persen suara yang tidak sah.

“Proses penghitungan suara berlangsung dengan lancar dan tertib, masyarakat yang hadir juga mengikuti dengan antusias,” ujar Dubes RI untuk Denmark merangkap Lithuania, M Ibnu Said yang hadir sepanjang proses penghitungan.

Penghitungan surat suara untuk calon presiden dan wakil presiden di perwakilan Pemerintah RI di Kopenhagen digelar secara terbuka untuk masyarakat umum yang berstatus sebagai warga negara Indonesia (WNI).

Pemungutan suara di Denmark dan Lithuania dilakukan dengan dua metode pilihan, yaitu mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) yang dilakukan di KBRI Kopenhagen dan pengiriman surat suara melalui pos. Sedangkan metode kotak suara keliling (KSK) tidak dilakukan karena sudah tercover dengan dua metode lainnya.

Dengan total partisipan 552, pemungutan suara di TPS Kopenhagen menghasilkan tingkat partisipasi 77%. Jumlah Daftar Pemilih Tetap di PPLN Kopenhagen sebanyak 720 dan Daftar Pemilih Tambahan sebanyak 63. Penghitungan suara juga disiarkan secara live di Homepage Facebook PPLN Denmark.

WNI yang hadir mengikuti penghitungan dengan antusias. Seperti misalnya, Dina Andersen, WNI yang sudah tinggal 25 tahun di Denmark, rela menempuh waktu dua jam dari kota Rodvig ke Kopenhagen untuk mengikuti penghitungan suara.

“Untung saya sedang libur kerja jadi bisa ikut liat penghitungan,” ujarnya. (cnn)