Poldasu Diminta Ambil Alih Kasus Dugaan Korupsi Bupati Madina

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diminta untuk mempercepat perbaikan perkara korupsi pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah dan Taman Raja Batu di Mandailing Natal (Madina) Tahun 2015 yang menggunakan anggaran Rp 20 miliar.

Meski sudah berjalan 1,5 tahun lebih, Kejatisu belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka dalam perkara yang dipimpin oleh Dahlan Hasan Nasution sebagai Bupati Madina.

Akibat lambatnya proses hukum yang dikeluarkan Kejatisu, Ikatan Mahasiswa Tapanuli Bagian Selatan (IMA Tabagsel) mendatangi Kantor Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Selasa (30/4).

Massa yang dipimpin oleh Roy Ansori selaku kordinator aksi meminta agar polisi mengambil alih kasus tersebut.

“Kami melihat kasus ini sangat lambat, kami tidak percaya dengan Kejatisu. Polisi harus cepat mengambil perkara yang merugikan masyarakat dan negara,” ungkapnya.

iklan

Massa juga meminta Kejatisu mengumumkan tersangka dari pembangunan proyek tersebut.

Bahkan, dalam aksinya membentangkan poster serta spanduk bertuliskan agar diundang di Pemerintah Kabupaten Madinah dan SKPD mundur, lalu bertuliskan periksa seluruh SKPD Kabupaten Madinah dan tangkap Dahlan Hasan Nasution.

Sementara itu, Perwakilan dari Polda Sumut, Kompol JK Tampubolon, yang menerima aspirasi dari mahasiswa yang akan menerima pimpinan.

“Terima kasih atas aspirasi dari teman dan adik mahasiswa atas aspirasinya. Seharusnya, jika masalah ini terjadi atau tidak karena kejaksaan tidak bisa kita (kepolisian) menanganinya, aspirasi ini akan saya sampaikan kepada pimpinan,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Penkum Kejatisu, Sumanggar Siagian, membenarkan kasusnya dan masih dalam tahap penyidikan.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan