Namanya Disebut Calon Menteri, AHY Belum Berniat Ketemu Adik Prabowo

Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (foto: Okezone)
Iklan

SEMARANG – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum berniat bertemu dengan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo untuk memastikan namanya masuk dalam daftar calon menteri. AHY memilih bertemu kader Demokrat untuk menyukses Pemilu 2019.

“Belum ada rencana itu (bertemu Hashim),” kata AHY saat konferensi pers di @Hom Hotel, Kota Semarang, Senin 1 April 2019.

Beredar informasi yang menyebut Hashim Djojohadikusumo juga tengah berada di Kota Semarang saat AHY menemui para kader Partai Demokrat di Ibu Kota Jawa Tengah itu.

“Saya sudah memiliki agenda besok (hari ini) insya Allah akan bergerak menuju Pekalongan di sana saya akan menjumpai bertemu dengan ribuan kader relawan simpatisan Partai Demokrat, para caleg yang sedang berjuang di khususnya Dapil Jawa Tengah ini. Mudah-mudahan bisa juga menyapa masyarakat lebih luas lagi,” ujarnya.

iklan

Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu pun mengaku bersyukur karena dianggap pantas untuk masuk jajaran kabinet. Bahkan, Hashim Djojohadikusumo menyebut AHY layak menduduki posisi menteri pertahanan.

“Pertama saya bersyukur jika memang dianggap memiliki kapasitas atau juga kepantasan untuk menjadi bagian dalam pemerintahan nasional mendatang. Apa pun peran yang bisa saya jalankan insya Allah saya akan melaksanakan tugas dan amanat tersebut dengan sebaik-baiknya,” terang Agus.

“Sekali lagi jika itu memang menjadi amanah yang harus saya emban, maka saya hanya bisa melakukan dengan sebaik mungkin karena tentunya demokrasi itu untuk menghadirkan para pemimpin termasuk para jajaran kabinet yang benar-benar memiliki kompetensi, kapasitas dan integritas,” tegasnya.

“Tapi, di luar itu saya ingin benar-benar fokus untuk memperjuangkan kondisi rakyat hari ini sehingga masyarakat kita terpuaskan hasrat dan juga harapan mereka bahwa para politisi para elite tidak berpikir tentang bagi-bagi jabatan, bagi-bagi kekuasaan, tapi apa yang bisa diperbaiki untuk kondisi kehidupan mereka sekarang hingga lima tahun mendatang,” ucap dia.

Iklan