KPK Akan Cabut Pembantaran Romi Usai Dapat Laporan RS Polri

Romahurmuziy.(Foto: Heru/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berniat mencabut proses pembantaran eks Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romi di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, akan mencabut pembantaran itu apabila Romi sudah dinyatakan pulih dari penyakit yang dideritanya.

“Jika sudah tidak dibutuhkan rawat inap KPK akan mencabut pembantaran yang bersangkutan,” kata Febri, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Romi dibantarkan penahanannya atas kasus dugaan jual-beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag). Kendati begitu, sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa penyakit yang diderita Romi.

Advertisement

Untuk segera mencabut pembantaran itu, KPK terus melakukan koordinasi dengan Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Brigjen Musyafak. Dalam hal ini, tim dokter telah melakukan proses MRI dan kontrol terhadap Romi pada kemarin hari.

“KPK masih menunggu perkembangan dari Kepala RS Polri,” tutur Febri.

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎ Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Dalam perkara ini, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, ‎Muafaq dan Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.