Evaluasi Pemilu Serentak 2019: Waktu Kampanye Dinilai Terlalu Lama

Ilustrasi pemilu. (WOL Photo/Ega Ibra)
agregasi

 

JAKARTA – Politikus PDIP, Faozan Amar, memberikan beberapa poin catatan terkait evaluasi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019. Menurut calon anggota legislatif (caleg) PDIP dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah V ini, waktu kampanye selama enam bulan dinilai terlalu lama sehingga sangat menguras energi.

“Beberapa hal yang perlu dievaluasi antara lain waktu kampanye yang terlalu lama. Kampanye selama enam bulan itu terlalu lama dan melelahkan,” kata Faozan ketika berbincang dengan Okezone, Senin (22/4/2019).

Selain itu, waktu kampanye selama enam bulan ini dinilai telah memakan biaya yang sangat banyak. Penggabungan antara pilpres dan pileg juga dinilai membuat konsentrasi pemilih lebih dominan tertuju ke pilpres.

“Di satu sisi meningkatkan partisipasi pemilih, namun di sisi lain membuat konsentrasi pemilih ke pilpres, bukan pileg. Padahal, keduanya adalah satu tarikan napas,” jelas Juru Bicara Koalisi Indonesia Kerja (KIK) itu.

Advertisement