Warga Batangtoru Datangi Bank of China, Dukung Penyelamatan Proyek Climate Change

WOL Photo/eko kurniawan

MEDAN, Waspada.co.id – Ratusan warga yang berasal dari tiga kecamatan di Tapanuli Selatan yakni Kecamatan Sipirok, Marancar, dan Batangtoru (Simarboru) melakukan aksi damai ke Bank of China, di Jalan Raden Saleh Medan, Selasa (5/3).

Aksi ini mereka lakukan untuk mendukung kebijakan dari bank tersebut dalam mendanai proyek ramah lingkungan PLTA Batangtoru yang kini sedang berproses.

Dalam aksinya mereka meneriakkan dukungan kepada bank milik pemerintah China tersebut untuk tetap menjalankan komitmen kerjasama dengan pemerintah Republik Indonesia dalam menyelesaikan proyek pembangkit listrik berkapasitas 510 MW tersebut.

“Kami menekankan kepada Bank of China agar tetap melaksanakan kerjasama, jangan persulit pendanaan proyek tersebut,” tutur Koordinator aksi Abdul Gani Batubara.

Dijelaskan, berlanjutnya pembangunan PLTA Batangtoru tersebut merupakan keinginan dari seluruh masyarakat yang ada di Simarboru. Sebab, pembangunan ini mereka yakini akan meningkatkan taraf hidup mereka. Akan tetapi gugatan dari Walhi Sumatera Utara atas pembangunan proyek tersebut dengan alasan merusak ekosistem sempat membuat mereka khawatir akan kelanjutan proyek yang penting untuk mengantisipasi perubahan iklim atau climate change tersebut.

Advertisement

“Makanya kemarinkan sudah ditolak PTUN Medan gugatan mereka (Walhi), itu yang kita sampaikan juga kepada pihak Bank of China,” ujarnya.

Secara khusus masyarakat Simarboru menurut Abdul Gani merasa tidak ada lagi hal yang patut dipersoalkan atas proyek tersebut. Sebab, dari jalur hukum hal ini sudah dianggap sesuai prosedur yang berlaku. Dengan demikian, kelompok-kelompok yang menginginkan proyek tersebut dihentikan agar segera berpikir ulang.

“Kami minta tidak ada lagi yang memprotes pembangunan itu, andai nanti ada yang lain yang protes-protes, nanti masyarakat yang akan hadapi,” jelasnya.

Dalam aksi ini para pengunjuk rasa membawa berbagai spanduk bertuliskan dukungan mereka atas proyek PLTA Batangtoru dan juga kritikan kepada Walhi Sumatera Utara.

Berbagai tulisan mereka pampangkan seperti ‘Walhi Sumut Pilih Rakyat atau Bela Donatur’, Walhi Sumut mau pilih diesel, Kami Pilih PLTA, ‘Kami masyarakat Batangtoru sangat mendukung proyek PLTA Batangtoru’ dan berbagai tulisan lainnya.

Dalam aksi damai ini lima orang perwakilan pengunjuk rasa diterima oleh pihak Bank of China untuk menyampaikan dukungan mereka di dalam gedung. Usai diterima massa langsung membubarkan diri.(wol/eko/data1)

Editor: SASTROY BANGUN