Survei Membuktikan: Jokowi Lebih Berwawasan, Sandi Representasi Anak Muda

Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Hasil survei Cyrus Network menyatakan bahwa mayoritas responden menganggap capres nomor urut 01 Joko Widodo lebih pintar dan berwawasan luas dibanding lawannya, yaitu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Merujuk dari hasil survei, CEO Cyrus Network Hasan nasbi menyebut Jokowi dianggap demikian oleh 47,4 persen responden. Mereka yang menganggap Prabowo lebih pintar dan berwawasan luas hanya sebanyak 25,2 persen responden.

Jika menilik cawapres, Sandiaga Uno dinilai lebih pintar dan berwawasan dibanding Ma’ruf Amin. Sandi dianggap pintar oleh 17,9 persen responden. Unggul atas Maruf yang dianggap berwawasan luas hanya oleh 2,8 persen responden.

Dalam kategori paling perhatian terhadap masyarakat, Jokowi juga tokoh paling unggul dibanding tiga peserta Pilpres 2019 lainnya. Jokowi dianggap perhatian terhadap persoalan hidup masyarakat oleh 62,3 persen responden. Jauh di atas tokoh lainnya

“Kemudian, responden yang menganggap Prabowo perhatian terhadap masyarakat sebanyak 22,4 persen,” kata dia, di bilangan Menteng , Jakarta, Kamis (28/2).

iklan

Responden yang menilai Sandi peduli dengan masalah masyarakat sebanyak 9,6 persen. Kemudian mereka yang menganggap Ma’ruf perhatian dengan persoalan hidup warga sebanyak 0,7 persen.

Hasan mengatakan pihaknya juga melakukan survei kategori lain. Peserta Pilpres 2019 yang paling mewakili umat Islam adalah Ma’ruf Amin. Responden yang meyakini hal itu mencapai 63,1 persen.

Angka itu jauh mengungguli peserta pilpres lainnya. Jokowi hanya dipercaya sebagai tokoh yang mewakili umat Islam oleh 15,2 persen responden, diikuti Prabowo 10,2 persen, dan Sandi 4,1 persen.

Kategori tokoh yang paling mewakili semangat anak muda, Sandi berada di posisi puncak. Sebanyak 44,2 persen menganggap Sandi identik dengan anak muda, diikuti Jokowi (37,1 persen), Prabowo (10,7 persen) dan Maruf (1,5 persen).

Hasan mengatakan survei pihaknya dilakukan sepanjang 18-23 Januari lalu. Mereka yang dilibatkan sebanyak 1.230 responden di seluruh Indonesia.

Metode yang digunakan yakni multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dan margin of error mencapai kurang lebih 3 persen. (inilah/ags/data1)

Iklan