Pengamat: Gerakan Separatis Jelas Kejahatan Terhadap negara

Ilustrasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Pengamat Intelijen dan Militer, Susaningtyas Kertopati alias Nuning mengatakan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sudah jelas melakukan kejahatan terhadap negara.

Karena, Separatis OPM telah melakukan serangan kepada prajurit TNI yang sedang patroli hingga tiga prajurit gugur dan sebagian terluka. Bahkan, serangan-serangan sebelumnya juga menyebabkan korban tewas hingga 31 orang.

“Ini merupakan duka Bangsa Indonesia. Serangan tersebut merupakan bukti separatis OPM melakukan kejahatan terhadap negara,” kata Nuning, Sabtu (9/3).

Oleh karena itu, Nuning mengatakan sudah saatnya pemerintah Indonesia menggunakan instrumen politik internasional berupa hukum-hukum nasional untuk menangani separatisme.

Dengan status OPM sebagai separatis, maka mekanisme dukungan internasional akan berpihak pada pemerintah. Menurut dia, mekanisme tersebut juga dilaksanakan oleh beberapa negara di dunia yang juga menghadapi separatisme.

Advertisement

“Bahkan, pemerintah Indonesia pada masa lampau juga menetapkan PRRI dan Permesta sebagai pemberontah tahun 1950-1960. Dengan status separatis atau pemberontak, maka aksi militer dan polisionil sah demi hukum untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Nuning mengatakan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) bahkan akan memberikan dukungan nyata, seperti dukungan kepada pemerintah Inggris terhadap separatisme Irlandia Utara dan pemerintah Spanyol terhadap separatisme Catalunya.

“Komisi HAM PBB juga akan memberikan rekomemdasi positif kepada korban prajurit militer yang diserang separatis. PBB secara tegas akan melarang semua negara memberikan simpati dan/atau dukungan terhadap aksi separatisme. Sangat penting bagi pemerintah Indonesia menugaskan TNI dan Polri menumpas habis separatisme OPM sesuai hukum nasional dan hukum internasional,” tandasnya.

Untuk diketahui, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan pasukan TNI yang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum mendapat serangan dari anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya di Distrik Mugi Kabupaten Nduga pada Kamis (7/3/2019). (inilah/ags/data2)