DPRD Medan Tak Punya Taring Perjuangkan Pasar Pringgan

Boydo HK Panjaitan. (WOL Photo)

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi C DPRD Medan, Boydo HK Panjaitan, geram atas sikap Pemko Medan yang mengabaikan rekomendasi anggota dewan terkait persoalan Pasar Pringgan yang dikelola oleh pihak ketiga (PT Parbens), bukan PD Pasar.

Dikatakan bahwa, persoalan Pasar Pringgan seharusnya sudah tuntas bila Pemko Medan menjalankan seluruh rekomendasi yang dikeluarkan oleh Komisi C DPRD Medan.

“Dari tahun 2017, kami Komisi C DPRD Medan sudah mengeluarkan rekomendasi karena berlarut-larutnya persoalan Pasar Pringgan ini sejak diahlikan kepada pihak ketiga. Tapi, sampai sekarang seluruh rekomendasi kami pun tak juga dijalankan oleh Pemko Medan,” katanya mengulangi isi rapat, Rabu (6/3).

Politisi PDI Perjuangan ini menjelaskan, dalam rekomendasi yang dikeluarkan selain pengelolaan Pasar Pringgan diserahkan kepada PD Pasar juga direkomendasikan agar pihak ketiga dalam hal ini PT Parbens membayar royalti berdasarkan kesepakatan antara PD Pasar dengan PT Parbens.

“Sudah tegas dalam rekomendasi yang kami keluarkan agar PT Parbens membayar royalti sesuai dengan kesepakatan bersama. Bila ini tidak dilakukan, maka PD Pasar sebagai pengawas mengambil retribusi dari Pasar Pringgan. Tapi belum ini dilakukan, justeru pedagang dikutip lagi biaya yang tidak kita ketahui untuk apa oleh pihak PT Parbens. Ini yang mau kita pertanyakan kembali untuk kita pertanyakan kepada Sekda Kota Medan dalam pertemuan yang kita gelar. Tapi justru Sekda tidak hadir. Jelas kita kecewa dan pertanyankan sikap tegas Sekda,” ketus Boydo.

Advertisement

“Kita seharusnya dalam rapat kemarin ingin mengetahui berapa nilai uang sewa yang belum dibayarkan PT Parbens kepada Pemko Medan. Ini pun mau kita pertanyakan, tapi justru Sekda tidak hadir,” kesalnya.

Ia juga mempertanyakan sikap Sekda Kota Medan yang dari sejak dilantik memiliki sikap tegas, tapi terkait dengan persoalan Pasar Pringgan ini justru melemah.

“Ada apa dengan Sekda Kota Medan ketika kita ingin menuntaskan persoalan Pasar Pringgan ini sangat lemah. Dan tidak mau hadir dalam rapat yang kita gelar,” sebutnya dengan nada heran.

Untuk diketahui, rapat yang sudah dihadiri perwakilan PD Pasar Kota Medan dan perwakilan Inspektorat Kota Medan ini sejatinya gagal digelar. Batalnya pembahasan penting ini lantaran Sekda Kota Medan Wirya Alrahman tidak menghadiri pertemuan ini.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN