Jokowi Beberkan Dua Program Baru

foto: antara
Iklan

SENTUL, Waspada.co.id – Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengaku akan memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program sembako murah. Program itu diwujudkan lewat pemberian kartu sembako murah.

“Nanti akan ada kartu sembako murah,” kata Jokowi dalam pidato kebangsaan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu (24/2) malam.

Di bidang pendidikan, Jokowi juga mengenalkan program barunya. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjanjikan bakal menambah manfaat Kartu Indonesia Pintar (KIP). Dikatakan, selama ini KIP hanya sampai di SMA, maka akan dilanjutkan hingga kuliah. Artinya, KIP kuliah akan dapat bantu biaya pendidikan.

Jokowi mengatakan pemerintah komit terus menjamin anak Indonesia untuk dapat meneruskan sekolah. Dia menjelaskan saat ini ada 18,7 juta anak yang sudah mendapat KIP. KIP bisa dimanfaatkan untuk membeli buku seragam dan juga sepatu.

“5 ribu anak-anak dari Papua. 20 ribu anak muda terbaik kuliah di luar negeri. Di sisi lain, pemerintah juga menjamin kesehatan masyarakat. 92,4 juta pegang kartu Indonesia sehat,” ujarnya.

iklan

Dengan demikian, Jokowi menyakini tidak boleh lagi ada istilah orang miskin dilarang sakit. Untuk mewujudkan Indonesia maju, Jokowi menyatakan selama empat tahun terakhir bekerja keras membangun pondasi infrastruktur. Dirinya mengklaim angka kemiskinan berhasil ditekan hingga di bawah 10 persen.

“Alhamdulillah untuk pertama kali angka kemiskinan turun di bawah 10 persen. Kita harus dan akan terus turunkan angka kemiskinan melalui penyediaan lapangan kerja,” sebut Jokowi.

Capres petahana itu optimistis bisa menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia, salah satu parameternya keberhasilan membangun sistem jaminan sosial. Jokowi mengatakan ada 10 juta keluarga dapat bantuan PKH, sehingga anak-anak dari keluarga miskin tetap bisa sekolah. Lebih dari 14 juta rakyat dapat bantuan pangan.

Dalam konvensi rakyat yang dihadiri ribuan pendukungnya itu, Jokowi menceritakan kisah Ibu Siti yang berhasil keluar dari jurang kemiskinan.

“Ibu Siti ada di tengah tengah kita. Duduk di mana Bu siti? Dulu Bu Siti dan suami kekurangan dalam biaya hidup lalu tahun 2015, Ibu Siti berani jualan lontong dan gado-gado, sekarang usaha berkembang pesat. Sekarang sudah terima pesanan katering untuk acara kantor dan kawinan. Sekarang anaknya bisa kuliah. Artinya, ibu Siti sudah lulus dari program PKH,” beber Jokowi lagi. (wol/aa/kcm/data1)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan