Elektabilitas Prabowo Dekati Jokowi di Survei Indomatrik

Istimewa
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Survei yang dilakukan Indomatrik pada 2,5 bulan menjelang pemungutan suara Pilpres 2019 menunjukkan elektabilitas capres bernomor urut 02 Prabowo Subianto, menempel ketat capres bernomor urut 01 Joko Widodo.

Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf diungkap pada angka 47,97 persen. Sementara Prabowo-Sandi, pada angka 44,04 persen.

“Berdasarkan data hasil survei, selisih elektabilitas Prabowo-Jokowi di angka 3,93 persen,” ujar Direktur Riset Indomatrik, Syahruddin YS, dalam pemaparan hasil survei di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, pada Jumat, 15 Februari 2019.

Menurut Syahruddin, responden survei adalah 1.800 calon pemilih. Metodologi survei yang digunakan melalui metode multistage random sampling, juga terbagi secara proporsional pada seluruh tingkatan daerah di seluruh Indonesia. Sebanyak 44,04 persen responden yang memilih Prabowo-Sandi mayoritas menyatakan menginginkan perubahan, juga menginginkan karakter tegas, berwibawa, serta mampu memperbaiki ekonomi.

“Responden juga berasumsi Prabowo-Sandi figur paling cocok membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujar Syahruddin.

iklan

Syahruddin menyampaikan, 47,97 persen responden yang memilih Jokowi-Ma’ruf menganggap Jokowi yang merupakan petahana telah memiliki kinerja yang terasa nyata. Penilaian terhadap Jokowi yang dianggap merakyat dan memiliki pengalaman belasan tahun di pemerintahan juga turut memengaruhi mereka.

“Figur Jokowi dianggap memiliki kerja yang terlihat,” ujar Syahruddin.

Syahruddin menekankan, elektabilitas kedua paslon bekejaran begitu ketat merupakan indikator keduanya harus memiliki kemampuan meraih sebanyak mungkin simpati masyarakat dalam waktu tak terlalu panjang.

“Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma’ruf harus bersaing lebih keras lagi dalam memenangkan pertarungan pada 17 April 2019,” ujar Syahruddin.

Ada 7,99 persen responden yang belum menentukan pilihan atau swing voters. Margin of error sendiri kurang lebih 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Pengambilan data dilakukan pada 21 hingga 26 Januari 2019. (viva/ags/data1)

Iklan