PP Muhammadiyah: 2018, Tahun Kesedihan bagi Bangsa Indonesia

foto: istimewa
Iklan
agregasi

 

JAKARTA – Sederet peristiwa bencana alam yang menimpa bangsa Indonesia sepanjang 2018 merupakan kenangan buruk yang terasa sangat menyedihkan bagi rakyat. Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad berharap bencana beruntun tidak lagi melanda Indonesia pada 2019.

“Saya kira Muhammadiyah pertama melihat 2018 yang memang tahun ini tahun kesedihan untuk Indonesia, banyak bencana. Kita berharap tahun 2019 lebih baik untuk negara kita,” kata Dadang kepada Okezone di Jakarta, Selasa (1/1/2019).

Selain bencana, kata Dadang, peristiwa yang tak kalah menarik perhatian selama 2018 juga terkait pertarungan politik yang membawa politik identitas. Akibatnya, sesama masyarakat saling mencaci, Ia pun meminta masyarakat untuk menghindari hal-hal negatif semacam itu.

“Karena jelang pemilu sebaiknya kita menjunjung tinggi demokrasi silakan saja berbeda, kita tawarkan gagasan satu sama lain tapi jangan menyudutkan, mendeskriditkan orang lain itu bahaya karena nanti siapapun yang terpilih ternodai namanya. Ini akan menghilangkan kewibawaan, oleh karenaya saya ingin semua menahan diri,” ungkapnya.

iklan

Di sisi lain tambah Dadang, pihaknya meminta agar setiap ormas saling menghargai satu sama lain sehingga tidak menimbulkan konflik yang bisa memecah belah umat. “Kalau menurut Muhammadiyah lebih baik berlomba-lomba dalam kebaikan bukan menjelekkan,” paparnya.

Dari segi ekonomi lanjut Dadang, dirinya berharap ke depan ekonomi Indonesia semakin membaik dan tumbuh sesuai target yang dicanangkan pemerintah. “Tidak defisit anggaran, itu harapan kami,” katanya menandaskan.

Iklan