Pengamat: Citra Santun SBY Bisa Terkikis karena Manuver Andi Arief

Ketum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Okezone)

JAKARTA – Sikap Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief dinilai bertentangan dengan citra politik santun yang selama ini dibangun oleh Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamat politik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Firman Manan, berpendapat, Andi Arief kerap memunculkan kontroversi, salah satunya karena diduga ikut menyebarkan hoaks mengenai tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos.

Ia juga dinilainya telah menggunakan politik ofensif ke kubu Jokowi-Ma’ruf Amin dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Firman, hal itu bisa menimbulkan permasalahan terhadap Demokrat. Karena pola yang digunakan oleh Andi Arief berbeda dengan citra yang selama ini terbangun di mata publik.

Menurutnya, Demokrat selama ini dikenal sebagai partai yang menerapkan strategi politik defensif. SBY sebagai ikon partai kata Firman, juga menerapkan politik santun. Sehingga, strategi politik ofensif yang digunakan oleh Andi Arief dapat mengganggu ritme pola kampanye Demokrat.

Advertisement

“Hal ini sekaligus membingungkan pemilih tentang karakteristik Partai Demokrat. Strategi SBY yang membangun citra dirinya sebagai politisi santun sekaligus karakter Partai Demokrat sebagai partai yang santun dapat terkikis oleh pernyataan-pernyataan Andi Arief yang cenderung ofensif,” kata Firman, Selasa 8 Januari 2019.

Andie Arief

Dengan demikian, lanjutnya, karakteristik Demokrat menjadi tidak jelas di mata publik. Tak lagi sesuai dengan pola pencitraan yang hendak dibangun oleh SBY. Apabila hal itu terjadi, bukan tidak mungkin ada konsekuensi penurunan tingkat elektabilitas partai berlambang bintang mercy itu.

“Secara ekstrem, dapat terjadi kondisi di mana Partai Demokrat akan menghadapi kesulitan untuk menembus angka parliamentary threshold sebesar 4 persen pada Pileg 2019, sehingga Partai Demokrat terancam posisinya untuk kembali masuk ke DPR periode 2019-2024,” ulasnya.

Menyikapi potensi penurunan tingkat elektabilitas, Firman menilai SBY sebagai ketua umum, harus kembali mengingatkan para kadernya untuk menggunakan strategi politik santun dan tidak melakukan serangan frontal dalam membangun citra partai.

“SBY harus melakukan pendisiplinan terhadap kader-kader partai, untuk mencegah karakteristik politik santun dari Partai Demokrat tergerus oleh manuver yang dilakukan oleh kader-kader Partai Demokrat seperti Andi Arief,” pungkasnya.