Jasa Medis Tertunggak, Petugas RSUD Pirngadi Ngadu ke Komisi B

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Setahun tertunggak pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), puluhan petugas medis RSUD dr Pirngadi ngadu ke Komisi B DPRD Medan. Salah seorang pegawai, Nasri Malia, mengaku sejak awal 2018 hingga awal 2019 ini mereka tak menerima lagi jasa medis. Padahal jasa medis per bulannya berkisar Rp20 ribu-Rp50 ribu, tergantung golongan pegawai.

Selain itu, mereka juga meminta DPRD Medan melalui Komisi B yang membidangi kesehatan agar mengakomodir permasalahan keuangan di Pirngadi yang semakin lama kian ‘menjepit’ para pegawai.

“Kami mohon pada bapak dewan agar menyampaikan pada manajemen Pirngadi terkait masalah keuangan ini. Selain jasa medis yang belum dibayar, jasa BPJS juga sudah 3 bulan ini tak dibayar,” ucapnya, Senin (21/1).

Dikatakan, TPP yang seyogyanya mereka terima setiap bulan Rp2,4 juta. Namun hampir dua tahun belakangan ini, hanya diterima Rp1,7 juta saja. Hal itu lantaran banyak permasalahan keuangan di rumah sakit milik Pemko Medan itu, membuat ratusan ASN berunjukrasa ke Balai Kota dan DPRD Medan.

“Kami mohon kebijakan bapak dewan agar masalah keuangan kami segera diatasi. Sudah belasan tahun kami bekerja, baru hampir 2 tahun ini banyak permasalahan keuangan dan tidak transparan,” ketusnya mewakili puluhan petugas medis.

iklan

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Medan yang menyambut massa Wong Chun Sen berjanji akan menindaklanjuti keluhan dan permasalahan yang dihadapi Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut serta akan mempertanyakannya ke manajemen rumah sakit.

“Terkait honor BPJS yang belum dibayar tiga bulan akan disikapi, menyangkut kesejahteraan para ASN akan dipertanyakan ke Dirut Pirngadi. Selain itu, pekan depan Komisi B juga akan memanggil Dirut RS Pirngadi untuk mendengar penjelasannya,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menyarankan agar pegawai kembali bekerja seperti biasa. “Kita tampung semua aspirasinya dan akan disampaikan ke Ketua DPRD Medan dan Ketua Komisi B terkait Perwal tersebut. Sekarang sebaiknya ibu-ibu kembali bekerja,” sarannya.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan