Idrus Marham Tak Ajukan Pembelaan Atas Dakwaan Jaksa KPK

foto: Merdeka
Iklan
agregasi

 

JAKARTA – Mantan Menteri Sosial Idrus Marham didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima suap perkara PLTU Riau-1 sebesar Rp 2.250 miliar, bersama dengan terdakwa Eni Maulani Saragih.

Usai mendengar JPU KPK, Idrus yang duduk kursi pesakitan itu menyatakan, tak mengajukan eksepsi atau nota pembelaan atas dakwaan tersebut.

“Dengan ucapkan bismillah, kami tidak mengajukan eksepsi (pembelaan) dan mengikuti persidangan. Kami berdoa supaya tuhan melindungi persidangan ini agar berjalan adil,” kata Idrus dihadapan Ketua Majelis hakim, Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Mendengar jawaban terdakwa Idrus, Ketua Majelis Hakim Tipikor, Yanto pun akan kembali melanjutkan persidangan pada pekan depan, dengan menghadirkan saksi-saksi yang akan ditunjuk oleh Jaksa KPK.

iklan

“Jika tidak mengajukan eksepsi, maka persidangan akan dilanjutkan Selasa depan (22/1/2019), dengan agenda pemeriksaan saksi,” tutur Ketua Majelis Hakim Yanto.

Dalam perkara ini, Idrus Marham didakwa telah menerima uang suap proyek pembangunan PLTU Riau-1 senilai Rp2,25 miliar bersama dengan terdakwa Eni Maulani Saragih.

Ketua Jaksa KPK, Lie Putra Setiawan dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, menyebut bahwa Idrus selaku penanggungjawab Munaslub Golkar merintahkan Eni Saragih meminta uang kepada bos Blackgold, Johannes B. Kotjo.

Dalam dakwaan bahwa, Idrus mengetahui pemberian sejumlah uang yang diterima Eni dari Kotjo sebagian uang digunakan untuk kegiatan Munaslub Golkar.

Atas perbuatannya, Idrus didakwa melanggara Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Iklan