Dinas PU dan Dishub Siap Percepat Proses Pembangunan Jalan Alternatif Pasar Induk

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan, Khairul Syahnan, berjanji bahwa ia beserta jajarannya akan bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Simpang Selayang dengan Pasar Induk Laucih.

“Kita segera mempercepat penyesaian pembangunannya (jalan alternatif), insha Allah ketiga ruas jalan akan selesai pada April 2019 karena kita menggunakan sistem e-katalog,” janji Syahnan saat mendampingi Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, meninjau jalan alternatif, Kamis (17/1) kemarin.

Usai mengecek kondisi jalan alternatif, Wali Kota bersama Wakil Wali Kota selanjutnya meninjau titik-titik yang akan dijadikan lokasi berdirinya jalur Light Rail Transit (LRT), begitu juga lokasi yang akan dibangun menjadi Depo LRT nantinya. Begitu proses administrasi dan anggaran sudah rampung, Wali Kota mengatakan pembangunan LRT pun segera dilakukan.

Sementara itu menurut Kadis Perhubungan Kota Medan, Renward Parapat, yang ikut dalam peninjauan pembangunan LRT dan Bus Rapid Transit (BRT) seharusnya sudah dimulai tahun 2010 namun masih terkendala dengan anggaran. Di maping itu ungkap Renward, Pemko Medan juga kemarin telah diskusi dengan pihak Provinsi Sumatera Utara terkait pembangunan LRT dan BRT tersebut.

“Dari hasil diskusi yang dilakukan, pihak Provinsi Sumut mungkin ingin bergabung dengan kita terkait pemabngunan LRT dan BRT. Selain itu dalam kesimpulan diskusi kemari, Bapak Sekda akan ekspose sama Bapak Gubsu. Dengan demikian harapan kita pembangunannya dapat dilaksanakan bersama sehingga anggaran pendanaan untuk pembangunan LRT dan BRT dengan menggunakan APBN nantinya bisa dibantu pihak Provinsi Sumut,” ungkap Renward.

iklan

Kemudian Renward menjelaskan, pembangunan LRT dan BRT menggunakan anggaran APBN dan pihak ketiga karena dilakukan dengan sistem Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Kita (Pemko Medan) selaku penanggung jawab kegiatan (PPjK)-nya. “Yang pasti pembangunan LRT dan BRT ini merupakan ide dan usulan Bapak Wali Kota,” paparnya.

Selanjutnya Renward memaparkan, angkutan umum yang melintasi kawasan selatan ini nantinya akan memasuki kawasan Pasar Induk Laucih, begitu juga dengan bus yang masuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) berpangkalan di Pasar Induk Laucih.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan