BPN Tak Akan Copot Ahmad Dhani Dari Tim Pemenangan

foto: antara
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Musisi Ahmad Dhani telah dianggap bersalah oleh Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan langsung dijebloskan ke Rutan Klas I Cipinang, Jakarta Timur.

Meski begitu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tetap tidak akan mencopot posisi Ahmad Dhani di dalam tim pemenangan kampanye.

Hal ini diungkapkan oleh Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak melalui akun Twitter miliknya. Bahkan pihaknya mendukung pentolan Dewa 19 itu untuk mencari keadilan di era pemerintahan saat ini.

“BPN Prabowo Sandi sama sekali tdk mempertimbangkan untuk mencopot @AHMADDHANIPRAST sbg Jurkam BPN, justru kami mendukung penuh perjuangan Dhani mencari keadilan dan melawan semua ancaman kriminalisasi dan ketidakadilan yg dipertontonkan secara telanjang. #DemokrasiTerancam,” tulisnya.

Sebelumnya Ahmad Dhani melontarkan kicauan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai telah melakukan penistaan agama pada 2017 lalu. Kicauan itu ditulis di akun Twitter miliknya, @AHMADDHANIPRAST yang akhirnya dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian. yang merupakan pendiri BTP Network.

iklan

Ini adalah tiga kicauan Ahmad Dhani pada 2017 silam yang mengantarkannya ke penjara,

1. “Yg menistakan Agama si Ahok… yg di adili KH Ma’ruf Amin…ADP,” tulisnya pada 7 Februari 2017

2. “Siapa saja yg dukung Penista Agama adalah Bajingan yg perlu di ludahi mukanya – ADP,” tulisnya pada 6 Maret 2017

3. “Sila Pertama KETUHANAN YME, PENISTA Agama jadi Gubernur…kalian WARAS??? – ADP,” tulisnya pada 7 Maret 2017.

Atas kicauan tersebut Ahmad Dhani dinilai melanggar Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Namun hasil dari keputusan Hakim PN Jaksel, Dhani mengajukan banding karena tak puas atas vonis yang diputuskan. (inilah/ags/data1)

Iklan