HMI Sumut Dorong Pemerintah Jadikan KNIA Aerotropolis

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Sumut mendorong pemerintah agar Kualanamu International Airport (KNIA) menjadi Aerotropolis.

Gagasan itu disampaikan Ketua Badko HMI Sumut, Alwi Hasbi Silalahi, dalam seminar yang diadakan di Medan, Kamis (13/12).

Seminar nasional tersebut turut dihadiri, Rektor Unimed Prof Dr Syawal Gultom MPd yang diwakili, Pembantu Rektor II Dr Restu MS, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura II Daan Achmad, serta Dr Hinca IP Pandjaitan selaku Anggota Komisi III DPR-RI, dan juga para mahasiswa Unimed.

Alwi mengungkapkan, gagasan terkait Aerotropolis dikarenakan belum adanya satupun bandara-bandara yang di Indonesia sebanding dengan di luar negeri menjadi Bandara Aerotropolis. Untuk itulah, dirinya mendukung pencanangan KNIA di kabupaten Deliserdang Sumatera Utara.

Menurutnya, KNIA memiliki keunggulan yang bisa dijadikan faktor mendukung dalam menjadikannya daerah Aerotropolis. Mulai dari letak secara geografisnya, bandara yang diresmikan pada tahun 2013 di Kabupaten Deliserdang itu masih banyak sekali memiliki lahan kosong yang siap dikelola dan dikembangkan.

Advertisement

Selain itu KNIA yang berada di daerah Indonesia juga dapat dijadikan penghubung antara negara-negara di Asia dengan Australia.

Keberadaan kereta api bandara yang langsung masuk ke dalam KNIA juga turut menambah kelayakannya untuk segera naik level karena dapat menghubungkan KNIA dengan daerah lain khususnya Kota Medan.

“Keuntungan dari hadirnya Aerotropolis yaitu mendorong tumbuhnya industri, menciptakan lapangan pekerjaan baru, menjadi kawasan perbelanjaan/perdagangan yang ramai, memudahkan pertemuan bisnis, menjadi destinasi pariwisata baru, serta memudahkan akses ke tempat usaha komersial. Ini nantinya bisa jadi icon di Kota Medan,” katanya.

Alwi menjelaskan mengenai ide dan konsep Aerotropolis di Sumut ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1992. “Barulah di tahun 1995 turun Perdanya. Dan ini akan terus lanjut suarakan ke kampus-kampus lain. Inilah upaya HMI supaya kita mampu melakukan gebrakan untuk bersama, karena ini dimanfaatkan bersama,” harapnya.

Maksud dan Tujuan HMI Sumut pun mendapat apresiasi oleh, Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis PT Angkasa Pura, Daan Achmad. Dia menyebutkan, di Indonesia terdapat 387 bandara, namun belum ada seperti di luar negeri yang sudah Aerotropolis.

Padahal, katanya, dampak perkembangan ekonomi dan bisnis dari Aerotropolis mendukung penuh pertumbuhan perekonomian jadi kian meningkat pesat.

“Bandara Polonia dulu itu hanya bisa menampung 900 ribu penumpang pertahun. Kalau Kualanamu sekarang sudah jauh lebih banyak, apalagi jika nantinya terjadi Aerotropolis, mencapai 10,8 juta lebih pertahun penumpangnya,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan, Hinca, bahwa apa yang dilakukan HMI salah satu cara cepat untuk mendorong gagasan agar ide ini bisa sampai ke pemerintah provinsi dan kabupaten serta pemerintah provinsi harus cepat mengambil sikap untuk mengakomodir sebanyaknya lahan, karena itu membutuhkan lahan banyak.

Namun hambatannya menurut Hinca, konsep Aerotropolis belum banyak mengetahuinya. Untuk itu, ia mengaku akan mendukungnya sampai ke pusat.

“Saya yakin kalau ini jadi, masa depan Sumatera Utara sangat baik. Jadi saya sendiri sebagai wakil rakyat Sumut akan terus menggelorakan ini di pusat. Tentunya nanti saya akan bicara dengan Menteri BUMN, Mentri Perhubungan dan Presiden Jokowi. Bahwa bandara kita ini cikal bakal pertumbuhan ekonomi baru di Barat. Karena bisa mengambil pasar di Singapura, Malaysia, dan lainnya,” pungkasnya.(wol/lvz/data2)

Editor: SASTROY BANGUN