Poldasu Tembak 4 Tersangka Pemilik 41,3 Kg Sabu

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Dit Res Narkoba Polda Sumut mengamankan 12 tersangka kurir narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional dengan barang bukti 41,3 Kg.

Dir Res Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung, Rabu (28/11), mengatakan 12 tersangka merupakan tangkapan dari 14 sampai 27 November 2018.

Satu kasus pengungkapan narkotika jenis sabu-sabu jaringan internasional Malaysia-Batubara-Medan dengan dua orang masing-masing berinisial BS dan Z.

“Dari kedua tersangka ini kita mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu dengan berat 20 Kg. Tersangka Z kita tembak di bagian kaki karena berusaha melawan saat ditangkap,” katanya.

Tangkapan kedua, sambung Hendrik, ada dua kasus dengan 5 orang tersangka masing-masing berinisial AM, Y, YH, E dan A. Tersangka Y dan YH diberi tindakan tegas terukur dengan tembakan di kaki karena melawan saat ditangkap.

iklan

“Dari ke lima tersangka, kita berhasil mengamankan barang bukti berupa 20,5 kilogram narkotika jenis sabu,” ujarnya seraya mengatakan mereka termasuk dalam jaringan internasional, Malaysia-Aceh-Medan.

Kemudian tiga kasus dengan empat orang tersangka masing-masing berinisial S, SA, EYS, dan MA. Ke empat tersangka ini, kata orang nomor satu di Dit Narkoba Polda Sumut, merupakan jaringan Kabupaten Langkat-Binjai-Deliserdang.

“Dari mereka kita mengamankan barang bukti sabu-sabu sebanyak 493,5 gram. Di mana tersangka berinisial S juga dilakukan penembakan di bagian kaki,” jelasnya.

Terakhir, sambung Dir Narkoba, jaringan sindikat kota Medan dengan satu kasus dan satu tersangka dengan inisial A dengan barang bukti 240 gram sabu.

“Dari 12 tersangka, empat diantaranya kita beri tindakan tegas terukur di bagian kaki karena tidak kooperatif saat dilakukan penangkapan,” ujarnya.

Ke-12 tersangka itu, sambungnya, dikenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.(wol/lvz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan