KPK Terus Kembangkan Kasus Suap Proyek PLTU Riau-1 Eni Saragih

Tersangka korupsi PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang mengatakan penyidik akan terus mengembangkan fakta-fakta persidangan kasus suap proyek PLTU Riau-1 yang diterima mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih.

“Tentu akan mempelajarinya sejauh apa fakta di persidangan itu bisa dikembangkan,” kata Saut di Jakarta, Senin (19/11).

Untuk diketahui, Eni Eni diduga turut menerima uang suap dari sejumlah pihak termasuk dari bos PT. Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan sebesar Rp1 miliar. Pemberian uang Rp1 miliar muncul dalam persidangan dengan terdakwa bos Blackgold, Johannes B Kotjo.

Ketika itu, saksi bernama Tahta Maharaya mengatakan Samin Tan memberikan uang kepada Eni Rp1 miliar dan uang itu yang diterima oleh stafnya Eni.

Samin Tan juga telah dilakukan pencegahan ke luar negeri karena keterangannya sebagai saksi diperlukan untuk mengungkap kasus suap proyek PLTU Riau-1. Samin Tan pernah diperiksa oleh KPK pada 13 September 2018 sebagai saksi.

Advertisement

Saat itu, penyidik mendalami hubungan atau kerjasama antara Samin Tan dengan tersangka Idrus Marham. Hingga kini, penyidik KPK menetapkan tiga orang tersangka kasus suap PLTU Riau-1 yakni mantan Menteri sosial Idrus Marham, Johannes B Kotjo dan Eni Maulani Saragih. (inilah/ags/data1)