Upaya Turki Buktikan ‘Kebusukan’ Saudi lewat Kasus Khashoggi

Sejauh ini tidak ada indikasi Erdogan meminta kompensasi atau bantuan politik kepada Riyadh. Namun, para diplomat negara Barat mencurigai bahwa Saudi akan memberikan “imbalan” kepada Turki jika negara itu mau memberi Riyadh waktu untuk menjelaskan sebab Khashoggi yang menghilang.

Imbalan tersebut bisa berupa pinjaman uang berskala besar atau kesepakatan jual-beli strategis lainnya.

“Saat ini Turki sangat membutuhkan dukungan internasional. Ekonomi Turki masih rapuh, belum pulih semenjak jatuhnya mata uang lira pada musim panas ini. Dan Turki diperkirakan akan menghadapi denda besar karena berhubungan dengan Iran yang masih dikenai sanksi,” kata Soner Cagaptay, seorang ahli dari Institut Washington untuk Kebijakan Kawasan Asia Barat seperti dikutip The Washington Post.

“Erdogan adalah ahli dalam menciptakan peluang di tengah-tengah krisis. Dia adalah poltikus luar biasa dalam hal itu dan dia tengah mencari peluang (dari kasus ini).”

Tak hanya itu, insiden Khashoggi dianggap bisa menaikkan citra Erdogan di tengah kritik serta tekanan di dalam negerinya lantaran krisis ekonomi dan penangkapan warga asing yang dinilai tak sesuai hukum.

Advertisement

Kasus Khashoggi membuat Turki dipandang sebagai pembela kebebasan wartawan ketika Saudi disebut menginginkan pembunuhan Khashoggi tak terekspose secara masif.

“Otoritas Turki telah membocorkan informasi penyelidikan, yang menurut perkiraan saya digunakan untuk menaikkan harga negosiasi (dengan Saudi),” ucap mantan analis Turki di Kementerian Luar Negeri AS, Joshua Walker.

“Turki tengah menghadapi situasi ekonomi yang sulit sejak musim panas lalu. Dan seperti yang kita lihat hubungannya dengan Qatar tidak cukup bisa memulihkan ekonominya,” tutur Walker merujuk pada kesepakatan Qatar yang berjanji akan berinvestasi sebesar US$15 miliar di Turki.

Pemulihan Relasi dengan AS
Di sisi lain, kasus ini juga disebut dimanfaatkan Turki untuk merenggangkan relasi Saudi dan Amerika Serikat yang kian melekat sejak Mohammed menjabat. Peneliti dari European Council on Foreign Relations, Asli Aydintasbas, mengatakan tujuan strategis utama Turki dalam kasus ini adalah mencari jalan untuk membuat AS “menyesuaikan kembali kebijakannya yang telah sangat bergantung pada Saudi.”

“Turki tidak ingin Amerika mendasari seluruh kebijakannya berdasarkan Mohammed bin Salman meski di saat bersamaan, Turki tidak berharap Washington memutuskan aliansinya dengan Saudi,” kata Aydintasbas.

“Tujuan Turki adalah untuk mencegah perilaku yang lebih buruk dilakukan Mohammed bin Salman dan Uni Emirat Arab, sekutu utama Saudi.”

Direktur Institut Pusat Kajian Timur Tengah Gonul Tol mengatakan Turki “tak ingin berperang sendiri menghadapi Saudi.”

“Mereka ingin menjadikan kasus ini sebagai masalah global,” katanya. (cnn/data2)