Tim Jokowi-Ma’ruf Ajak Kubu Prabowo Dukung Dana Kelurahan

Istimewa

JAKARTA, Waspada.co.id – Rencana pemerintah untuk mengeluarkan Dana Kelurahan, mendapatkan kritik dari oposisi. Bahkan rencana itu mendapat sindiran dari calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, meminta oposisi untuk mendukung dana kelurahan. Pihak oposisi diminta melihat lebih luas soal keberadaan dana kelurahan tersebut.

“Mari kita lepas dari persaingan untuk Pilpres. Saya mengimbau kepada pihak oposisi dukung ini. Ini untuk negara, ini investasi,” ucap anggota TKN, Budiman Sudjatmiko di Posko Cemara, Jakarta, Senin (22/10).

Dia menegaskan, dengan dana ini, masyarakat di kelurahan bisa mengembangkan bisnis atau keterampilan. Sebab, ke depan bukan era yang serba mudah.

“Karena ke depan kita akan menghadapi persaingan di era revolusi industri 4.0, pintar saja enggak cukup. Karena orang pintar di era revolusi industri ke 4.0 akan tercampak kalau dia masih analog, kalau dia masih biasa-biasa saja. Harus canggih, pintar dan baik tidak cukup di era revolusi industri ke 4.0, harus berpikir out the box,” jelas Budiman.

Advertisement

Politisi PDIP ini menyebut, dengan dana kelurahan, para pemuda bisa saja membuat sebuah aplikasi layaknya pendiri Facebook Mark Zuckerberg.

“Di kelurahan, Anda tak sesial Mark Zuckerberg, Anda punya teman-teman pemuda kelurahan. Berpikir kreatif, belajar komputer misalnya, buat aplikasi, siapa tahu nanti muncul perusahaan big data, milik Badan Usaha Milik Kelurahan, yang pada waktu 5 tahun, sebesar Google, atau Gojek, Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, apapun tanpa sebut merk,” ungkap Budiman.

Jika di tingkat kelurahan, masyarakat sudah bisa melakukan hal seperti itu, maka usaha untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, akan terwujud.

“Kalau membangun perusahaan big data itu dari dana kelurahan, dari Badan Usaha Milik Kelurahan, saya yakin, tujuan kita berkonstitusi, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, akan tercapai dalam usia kita dan Pak Jokowi sadar itu, artinya Pak Jokowi memang tidak mau menunda ide-ide besar. Karena menunda ide-ide besar, itu adalah pengkhianatan terhadap masa depan,” katanya. (liputan6/ags/data2)