Polisi Diminta Tak Pandang Bulu Usut Tuntas Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet

foto: istimewa
Iklan
agregasi

 

JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Hanura, Tri Dianto, meminta kepada aparat kepolisian untuk tidak pandang bulu dalam mengusut tuntas kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. Menurutnya, siapa pun yang terlibat harus diproses sebagaimana diatur dalam hukum.

“Ya harus diusut tuntas. Tidak boleh pandang bulu. Siapa saja yang bersalah harus diproses hukum,” kata Tri kepada Okezone, Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Menurut Tri, hal tersebut akan membuat efek jera terhadap siapapun yang bermain-main menyebarkan informasi palsu, seperti Ratna Sarumpaet. Mengingat, saat ini, hoaks sudah merajalela dan kerap meresahkan masyarakat.

“Biar jadi pelajaran bagi kita semua. Tidak boleh ada yang main-main dengan hoaks. Bisa bahaya bangsa kita kalau hoaks dibiarkan dan tidak diproses hukum,” tutur Tri.

iklan

Di sisi lain, Tri meminta kepada aparat kepolisian untuk mengedepankan asas profesionalitas dalam melakukan penyidikan kasus ini. Dia berharap, penyidik bisa transparan kepada publik dalam mengusut kasus tersebut.

Hendak Terbang ke Chile, Ratna Sarumpaet Ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

“Siapa-siapa yang layak diperiksa ya penyidik yang tahu. Penyidik yang harus mempertimbangkan secara objektif siapa saja yang harus diperiksa. Jangan ada yang layak diperiksa, tapi tidak diperiksa,” papar Tri.

Menurut Tri, siapapun pihak yang memang dirasa terlibat dalam menyebarkan berita bohong tersebut, polisi harus menegakan proses hukum. Sehingga, kata dia, masyarakat tidak akan lagi diresahkan dengan informasi yang sesat.

“Jangan juga ada orang yang tidak layak diperiksa, tapi dipaksakan diperiksa. Objektif sajalah. Jangan lihat siapa orangnya, tapi ada tidak kaitan dengan kasusnya. Kami dukung Polri bekerja profesional,” ucap Tri.

Dalam proses hukumnya, polisi telah menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka. Ratna dijerat dengan Pasal 14 UU ITE terkait dengan menyebarkan berita bohong kepada publik.

Bahkan, untuk saat ini, polisi memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap Ratna setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam.

Iklan