Panglima TNI Harapkan Kerja Keras PLN Normalisasi Listrik di Palu dan Donggala

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat rapat koordinasi gempa dan tsunami Palu. Foto: Okezone/Puspen TNI
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Pasca gembabumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawaesi Tengah pada Jumat 28 September lalu, Presiden RI Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah mengunjungi korban terdampak gempa.

Menurut Hadi, Presiden Jokowi meminta jajaran TNI-Polri dan instansi lainnya untuk fokus melakukan evakuasi terhadap para korban. Apalagi saat ini terdapat 832 korban meninggal yang telah ditemukan.

“Sesuai dengan petunjuk bapak presiden kita fokus melakukan evakuasi korban. Karena korban yang meninggal sudah ditemukan,” kata Hadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).

Foto: Okezone/BNPB

Advertisement

Selain itu, TNI, Polri dan Basarnas terus mencari para korban yang masih tertimbun reruntuhan akibat gempa dan tsunami yang terjadi di Kota Palu.

“Mungkin masih ada yang akan ditemukan di pantai (Kota Palu). Karena pantai tempat terjadinya tsunami,” kata Hadi.

Selain fokus evakuasi dan identifikasi, Hadi meminta Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk berupaya melakukan normalisasi terkait minimnya penerangan di wilayah terdampak gempa.

“Kedua normalisasi menghidupkan listrik. Saat ini masih menunggu perbaikan dari PLN,” tuturnya.

“Mudah-mudahan dalam dua hari ini udah selesai. Listrik nyala dan komunikasi bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.