Media Sosial Penting Bagi PSMS

WOL Photo/Ari
Iklan

MEDAN, Waspad.co.id – PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar Workshop Media Sosial bagi para jurnalis olahraga Kota Medan di Sekretariat PSMS Medan, Kompleks Stadion Kebun Bunga Medan, Rabu (3/10) kemarin.

Konsultan Digital Media PT LIB, Richard Clarke, mengatakan kehadiran media sosial resmi milik klub sepakbola. Salah satunya, PSMS Medan dinilai menjadi bagian yang penting untuk perkembangan klub tersebut.

“Media sosial bisa membantu mengubah budaya sepakbola Indonesia jadi lebih baik. Media sosial menghubungkan klub dan suporter serta membangun kedekatan. Untuk itu klub harus membuat cerita yang jelas dan harus konsisten dengan pesannya, berani, harus dilakukan berkesinambungan,” tegasnya.

Richard menambahkan bahwa, budaya sepakbola tidak cepat berubah, butuh waktu. Untuk itu dibutuhkan konsistensi dan cerita yang membuat fans percaya dan yakin tentang klub dan sepakbola. Bahkan kata dia, media sosial bisa menjadi ladang income bagi klub jika dikelola dengan baik.

“Bukan tentang klub merampok fans, tapi media sosial bisa dibuat untuk klub mengerti suporter. Jika mengerti suporter kau bisa membuat apa yang mereka mau. Bisa membuat konten yang mereka mau, cerita yang mereka mengerti, memberikan mereka nilai, fans akan menghabiskan uang untuk klub, di dalam dan di luar pertandingan,” ucap mantan Editorial Consultant di Arsenal Media Group itu.

iklan

Richard juga memuji suporter PSMS yang masih cukup loyal kendati Ayam Kinantan masih terpuruk di zona degradasi.

“PSMS di bawah, kita harap mereka bertahan, tapi tetap punya suporter karena identitas klub, suporter percaya kepada klub dan itu yang bawa mereka tiap minggu (pertandingan) walaupun klub tidak menang,” katanya.

Media and Public Relationship Manager PT LIB, Hanif Marjuni, turut memperkenalkan regulasi Liga 1 2018. Menurut Hanif, masih banyak peliput Liga 1 2018 yang belum paham benar dengan regulasi tersebut.

“Workshop ini LIB gelar untuk memenuhi kebutuhan teman-teman media terkait informasi peliputan. Terutama terkait regulasi liga,” jelas Hanif.

“Apalagi, banyak regulasi liga musim ini yang tidak ada di musim lalu. Seperti tim yang menyebabkan delay kickoff, akan terkena denda. Regulasi lainnya, setiap ofisial training harus tersedia tenaga medis dan ambulance,” tutupnya. (wol/at/data2)

Editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan