Hari Ini IHSG Ditutup Angka 0,13 Persen

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Menutup perdagangan saham hari ini, IHSG melemah tipis dan ditutup di level 5.867 dengan pelemahan 7 poin atau turun 0,13 persen. IHSG berada di teritori negatif sepanjang perdagangan. indeks terendah berada di level 5.848 dan tertinggi IHSG berada di level 5.921.

Sementara itu, indeks saham global bergerak mix menyikapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. dimana indeks shanghai menguat 1%, kospi 200 melemah 1,14%, Philipphine menguat 1,1% dan nasdaq melemah 0,45%.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin memandang bahwa saat ini pasar keuangan global mengalami goncangan dan polemik yang membuat negara-negara tak hanya negara emerging market namun juga negara-negara di Eropa merasakan tekanan ekonomi yang signifikan.

“Di Indonesia, tekanan ekonomi yang sulit ini ditandai dengan pelemahan Rupiah yang juga terjadi di beberapa negara lain akibat guncangan global. Apalagi saat ini sikap proteksionis Trump terhadap ekonomi AS turut membrikan pengaruh bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” tuturnya, Rabu (3/10).

Kenaikan harga minyak dunia berpeluang masih terus terjadi setelah aksi pemboikotan sanksi Iran akan dilaksanakan November mendatang, hal ini semakin mengkikis kinerja Rupiah. Tak hanya Rupiah, kenaikan harga minyak dunia ini juga turut berdampak menahan pertumbuhan ekonomi global.

iklan

“Tak hanya Rupiah yang terimbas melemah, mata uang negara utama lainnya juga mengalami pelemaan seperti yen dan yuan. Sedangkan Rupiah saat ini masih terus berada tak jauh dari level perdagangan kemarin yakni di kisaran level Rp. 15.042,” jelasnya.

Sementara itu kenaikan harga minyak dunia saat ini memang melemahkan Rupiah, namun di sisi lain pemerintah terus berupaya menjaga harga BBM di pasaran. Kenaikan harga minyak dunia seharusnya tidak diikuti dengan penyesuaian harga BBM di tanah air yang memicu pembengkakan defisit neraca perdagangan.

“Sekarang ini, pemerintah berupaya untuk meningkatkan ekspor barang-barang Indonesia ke luar negeri. Pemerintah juga mengambil langkah untuk terus mendorong pengusaha dan perusahaan di Indonesia untuk terus mengkonversikan Rupiah di Indonesia, dengan harapan mampu memulihkan kinerja mata uang Rupiah terhadap US Dolar,” pungkasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan