Diduga Puluhan Miliar Anggaran Jembatan Titi II Sicanang “Menguap” Sia-sia

WOL Photo/muhammad rizki
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Robohnya Jembatan Titi II Sicanang bukan pertama kali. Peristiwa tersebut terjadi untuk yang ketiga kalinya. Akibatnya, belasan ribu warga Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan terisolir dan puluhan orang berunjukrasa di depan kantor Wali Kota Medan, Selasa (30/10).

Massa yang disambut Kepala Dinas PU Kota Medan, Khairul Syahnan, berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini dan mengganti pemborong yang dianggap kurang kredibel dalam menjalan proyek pembangunan jembatan yang telah diamanahkan.

“Hari ini material sudah masuk. Kita juga akan mengecek ke lapangan sekarang juga,” ungkapnya ketika menjelaskan hasil pertemuan dengan perwakilan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sicanang (Formasi) di ruang Humas Sektretariat Daerah Kota Medan.

Terkait adanya kecurigaan warga kenapa bisa pengalihan pengerjaan proyek jembatan bisa berpindah-pindah perusahaan namun oknum kontraktornya yang sama dan tak kunjung selesai, Syahnan menjelaskan bahwa ada aturan dalam UU Kontruksi yang membenarkan mengalihkan pengerjaan ke perusahaan lain jika perusahaan sebelumnya dianggap kurang kredibel.

“Begitupun kita akan diskusikan bersama tim penilai. Kan ada itu. Tapi untuk pengerjaan berikutnya, saya pastikan 2019 selesai pembangunan Jembatan Titi II Sicanang ini. Kita juga akan mengganti kontraktor Susi (roro) dengan yang lebih profesional,” pungkasnya.

iklan

Untuk diketahui, Jembatan Titi II Sicanang dibangun oleh PT Jaya Star Utama, PT Pillaren dan PT Jaya Suskes Prima. Ketiga perusahaan itu dimiliki satu orang nama Susi (Roro) dan hingga kini tak pernah menyelesaikan pengerjaan proyeknya. Diduga, puluhan miliar anggaran yang digelontorkan Pemko Medan untuk membangun jembatan tersebut “menguap” sia-sia.(wol/mrz/data1)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan