Demo, Warga Sicanang Pertanyakan Anggaran dan Kontraktor Jembatan

WOL Photo/muhammad rizki
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Puluhan warga Kelurahan Pulau Sicanang Kecamatan Medan Belawan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sicanang (Formasi) unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan. Aksi mereka menuntut pihak kontraktor bertanggung jawab atas robohnya Jembatan Titi II Sicanang beberapa waktu lalu.

Ketua Formasi, Togu Utbanus Silean, mengatakan jembatan pertama kali dikerjakan pada Oktober 2017 oleh PT Jaya Star Utama dengan pimpinan proyek Susi (Roro) dengan anggaran Rp8 miliar lebih. Belum selesai dikerjakan, 6 November 2017 jembatan tersebut roboh. Ia menilai robohnya jembatan ini bukan karena faktor alam, melainkan human error.

“Setelah terhenti beberapa bulan, tender ulang dikerjakan PT Pillaren dengan oknum kontraktor yang sama. Nah, 29 Agustus 2018 jembatan amblas. Lagi-lagi ini human error bukan faktor alam,” ketusnya, Selasa (30/10).

Lebih lanjut Togu menjelaskan, setelah tanah longsor berhasil diatasi oleh warga, pengerjaan kembali dilanjutkan. Anehnya perusahaan yang berbeda yakni PT Jaya Suskes Prima dengan anggaran Rp13.642.000.000, namun dengan oknum kontraktor yang sama.

“Belum selesai dikerjakan, 20 Oktober 2018 tanah di sekitar jembatan kembali amblas. Akibatnya 11.000 lebih warga Kelurahan Pulau Sicanang terisolir,” bebernya.

iklan

Atas dasar itu, warga menaruh curiga dengan pengerjaan jembatan tersebut. Sebab, dengan tiga perusahaan yang berbeda dan oknum yang sama, jembatan tak kunjung selesai.

“Ada apa ini? Kami menolak penyelesaian jembatan dikerjakan oleh orang yang sama meskipun berbeda perusahaan. Tunjuk kontraktor yang tepat dan lebih profesional. Kami tidak mau masyarakat menjadi korban produk gagal,” pungkasnya.(wol/mrz/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Iklan