Berita Hoax Dinilai Kian Marak Jelang Pemilu

Illustrasi Hoax (foto: Shutterstock)
Iklan

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Umum DPP Perkumpulan Gerakan Kebangsaan, Bursah Zarnubi menilai ada oknum yang ingin menjatuhkan nama baik Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam kasus dugaan perusakan barang bukti buku merah.

“Belakangan banyak hoax yang terjadi. Kasus hoax akhir-akhir ini adalah Kapolri, yang sesuatu ditutup di pengadilan tapi dibuka lagi seolah-olah ada untuk saling menjatuhkan, saling geser dan macam-macam itu,” kata Bursah, Senin (15/10).

Padahal, kata Bursah, Kapolri sudah susah payah membangun stabilitas sehingga situasi keamanan kondusif, baik itu menghadapi demonstrasi bela Islam dengan pendekatan yang lembut, Pilkada Serentak 2017 dan Pilkada Serentak 2018 serta Asian Games aman terkendali.

Selain itu, jajaran Polri dinilai juga telah mengamankan annual meeting IMF hingga sekarang tidak ada kendala. “Ini merupakan prestasi yang luar biasa baik tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia mengatakan maraknya hoax dalam konteks politik dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas nasional dan ketertiban, membuat situasi yang krusial seperti kasus Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya tapi ternyata habis menjalani operasi plastik.

iklan

“Seolah-olah terjadi padahal sebenarnya tidak terjadi, ini lebih besar dampaknya. Semua orang saling curiga, saling hasut, saling sikut dan menjatuhkan sehingga membuat kita tidak saling percaya sesama anak bangsa,” jelasnya.

Menurut dia, pemilu presiden ini boleh dikatakan pertarungan akan sarat permainan-permainan politik. Sehingga, kepolisian harus menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu yang digelar secara serentak pada 2019 baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.

“Pilpres adalah pesta demokrasi. Pilpres ini harus berjalan mulus agar adanya siapa pun presiden yang dipilih berdasarkan pilihan rakyat. Jadi kita harus betul-betul mengecek berita-berita yang dikira bohong, dalam Islam itu istilahnya tabayun,” tandasnya. (republika/ags/data2)

Iklan