Jet Tertembak Jatuh, Rusia Kirim Tim Investigasi ke Suriah

foto: Pesawat militer Rusia Ilyushin-20 (dok. wikimedia.com)

MOSKOW, Waspada.co.id – Komite Investigasi Rusia mengatakan telah memulai investigasi atas jatuhnya pesawat militer pengintai maritim Ilyushin–20 di Laut Mediterania, yang menewaskan 15 orang kru pada Selasa (18/9) lalu.

Juru bicara militer Rusia, Svetlana Petrenko, para penyelidik dan kriminolog dari Komite ini bekerja sama dengan kementerian Pertahanan Rusia di lokasi kejadian, yang terletak sekitar 35 kilometer dari lepas pantai.

“Semua informasi mengenai insiden ini dan penyebabnya sedang diinvestigasi,” kata Petrenko seperti dilansir Sputnik News, Rabu, (19/9).

Seperti diberitakan Express, pesawat militer pengintai Ilyushin–20 hilang dari radar pada Selasa, (18/9). Pesawat itu sedang dalam perjalanan kembali ke pangkalan udara Hmeymim di Suriah saat hilang dari pantauan radar secara tiba-tiba. Saat itu bereda kabar pesawat ditembak jatuh oleh militer Suriah, Prancis hingga Israel.

Belakangan diketahui, pesawat Ilyushin ini jatuh tertembak militer Suriah yang sedang menghalau serangan jet tempur milik Israel. Jet tempur ini bersembunyi pada ketinggian beberapa kilometer diatas pesawat Ilyushin–20, yang membawa 15 orang kru.

Advertisement

PM Israel Benjamin Netanyahu, seperti dilansir Reuters, mengucapkan rasa penyesalannya atas insiden ini dan menuding militer Suriah sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Sedangkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan ada serangkaian peristiwa tragis yang disayangkan. Dia meminta militer Rusia untuk mengusut tuntas kasus ini.

Secara terpisah Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu, menuding militer Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tertembaknya pesawat Ilyushin – 20. Ini karena jet tempur Israel bersembunyi di dekat pesawat Rusia dan hanya memberitahu sekitar semenit sebelum kejadian. (tempo/data1)