Jabat Dirdik KPK, Panca Putra Janji Tuntaskan “Utang” Kasus Lama

Pelantikan Kombes RZ Panca Putra Simanjuntak (kiri) sebagai dirdik KPK. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)
agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Kombes RZ Panca Putra Simanjuntak hari ini resmi menjabat direktur penyidikan (dirdik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan Brigjen Aris Budiman. Setelah menempati posisi tersebut, Panca Putra berjanji menuntaskan kasus-kasus korupsi yang masih menjadi utang KPK.

“‎Itu tugas kita. Tanggung jawab kita untuk diselesaikan (utang kasus-kasus lama),” kata Panca Putra di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (20/9/2018).

Diketahui ada sejumlah utang kasus korupsi dengan kerugian negara cukup besar yang belum dituntaskan KPK. Beberapa kasus di antaranya yakni terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yang baru menjerat satu orang yakni mantan ketua BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung (SAT).

Kemudian ada kasus dana talangan (bailout) Bank Century yang baru menjerat mantan deputi Bank Indonesia, Budi Mulya. Lalu kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan raksasa Rolls Royce yang sampai sekarang belum juga rampung.

Advertisement

Pelantikan Kombes RZ Panca Putra sebagai dirdik KPK. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Bukan hanya tiga kasus tersebut, sebenarnya masih banyak kasus-kasus korupsi berskala besar yang belum dituntaskan KPK. Panca Putra meminta dukungan dan doa dari publik agar kinerjanya di lembaga antirasuah dapat menyelesaikan kasus-kasus lama yang masih mengendap.

“Mohon doa restunya saja (untuk menyelesaikan kasus-kasus lama),” ucap Panca Putra.

Dalam sambutan di pelantikan Panca Putra, Ketua KPK Agus Rahardjo sendiri meminta sejumlah kasus korupsi besar dan masih proses penyidikan segera dituntaskan. Ia menyebut beberapa kasus itu tergolong besar serta menjadi perhatian masyarakat.

“Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan penuntasan kasus-kasus utang. Terutama yang besar, yang besar yang menjadi utang kami, itu segera diselesaikan,” kata Agus di lokasi pelantikan.

Ia menyatakan pihaknya menaikkan target direktorat penyidikan untuk menyelesaikan kasus. Agus meminta direktorat penyidikan bisa merampingkan satuan tugas penyidikan (satgas) yang menangani setiap kasus dugaan korupsi.

“Mungkin anggota di dalam satgas perlu dikecilkan supaya sasaran menangani 200 kasus tadi bisa didorong terjadi,” terangnya.