Beda Tilang Elektronik Kemenhub dan Polda Metro Jaya

Ilustrasi (Foto: Ist)
Iklan
agregasi

 

JAKARTA – Penerapan electronik traffic law enforcement (E-TLE) alias Tilang Elektronik (E-Tilang) akan segera diterapkan dalam waktu dekat. Nantinya, ada dua jenis e-Tilang yang akan diterapkan, yakni e-Tilang dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan e-Tilang dari Polda Metro Jaya.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi mengatakan, untuk e-Tilang yang dilakukan Kemenhub nantinya akan dikhususkan untuk menindak kendaraan-kendaraan logistik yang Over Dimensi dan Over Load (ODOL).

Dan penerapan e-Tilang oleh Kemenhub sendiri sudah dilakukan sejak awal tahun 2018. Bahkan, sudah diberlakukan di seluruh Indonesia.

Ilustrasi

iklan

Sementara untuk e-Tilang Polda Metro Jaya sendiri hanya dilakukan di Jakarta saja. Tilang yang diberlakukan untuk semua jenis kendaraan ini juga baru akan diujicoba pada Oktober 2018 mendatang.

“E-Tilang Kemenhub, untuk kendaraan logistik yang melanggar ODOL sejak 2018,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenhub, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Tujuannya adalah untuk mempermudah proses pengawasan dan penindakan ODOL yang belakangan masih sering terjadi. Selain itu, juga tujuannya untuk menghindari pungli petugas Dinas Perhubungan yang ada di lapangan.

“E-Tilang untuk ini untuk mempermudah proses pelanggaran ODOL dan tidak memberikan pembayaran kepada petugas terhadap petugas jembatan timbang,” kata Budi.

“Kemenhub menyambut baik karena negara dengan IT maju dan efisiensi pengawasan untuk lebih optimal dan ini kemajuan sangat baik dan diharapkan berhasil,” imbuhnya.

Mengenai mekanisme penilangannya, untuk yang Kemenhub nantinya akan ditimbang. Jika nanti terbukti melanggar maka pengemudi harus membayar melalui mesin EDC di jembatan timbang sebesar Rp500 ribu.

“E-Tilang maka pengemudi membayar melalui mesin EDC di jembatan timbang atau ATM sebanyak Rp500 ribu dan kalau putusan pengadilan menyatakan lebih rendah maka sisa uang akan dikembalikan,” jelasnya.

Sementara untuk e-Tilang dari Polda Metro Jaya, lanjut Budi, nantinya kepolisian akan memasang CCTV super canggih disetiap sudut jalanan Ibu Kota. Sehingga, seluruh jenis pelanggaran bisa terekam oleh kamera pengawas tersebut.

Setelah terekam kamera, hasil foto bersama surat tilangnya akan diserahkan kepada masing-masing alamat pengemudi tersebut. Dan nantinya pengemudi diminta untuk menyelesaikan administrasi lewat pembayaran perbankan.

“Mungkin yang e-Tilang Polda Metro, mesin CCTV bisa memotret pelanggaran pengemudi dan mengeluarkan foto dan akan diserahkan kepada alamat yang diminta,” jelasnya.

Menurut Budi, keakuratan data pemilik kendaran sangat diperlukan. Ia meyakini jika pihak kepolisian memiliki data yang sangat bagus dan terpercaya.

“Basicnya bank data di kepolisian sangat bagus. Sekarang kendaraan harus nama pemilik dan alamat yang sesuai,” ucapnya.

Iklan