Prajurit TNI Pikul Langsung Bantuan Gempa Untuk Daerah Terpencil

Istimewa

LOMBOK UTARA, Waspada.co.id – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Lombok, Kol Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, kondisi geografis Lombok Utara dan titik pengungsian yang menyebar menjadi kendala dalam penyaluran distribusi bantuan. Meski begitu, Rizal menyampaikan, penyaluran bantuan terus dilakukan, baik melalui jalur darat, laut dan udara.

“Khusus di perbukitan yang sulit dijangkau oleh mobil, bantuan disalurkan dengan menggunakan trail, bahkan dipikul langsung prajurit TNI,” ujarnya di Posko PDB di Kecamatan Tanjung, KLU, Minggu (12/8).

Rizal yang juga menjabat sebagai Danrem 162/Wira Bhakti mengatakan, di daerah perbukitan masih terdapat warga yang tidak mau turun ke dataran rendah. Sehingga menurutnya bantuan logistik sulit terjangkau.

“Untuk mengatasinya, kita menggunakan trail dan bahkan dipikul prajurit TNI. Upaya ini terus menerus kita lakukan sebagai bentuk respons cepat terhadap kesulitan warga,” lanjutnya.

Rizal menegaskan, Posko PDB akan bekerja semaksimal mungkin dan terus mengupayakan agar semua bantuan yang diterima posko dapat disalurkan secara merata oleh masyarakat korban gempa. Namun Ahmad Rizal berharap masyarakat yang di daerah perbukitan dapat turun ke titik pengungsian yang ditentukan. Hal ini demi keselamatan warga dan memudahkan distribusi bantuan.

Advertisement

Gempa yang melanda Lombok telah memakan ratusan korban jiwa. Ribuan warga pun harus tinggal di pengungsian, sebab khawatir adanya gempa susulan. Tak hanya itu banyaknya bangunan rusak membuat warga tak lagi memiliki tempat tinggal.

Gempa melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat pada Ahad (29/7) dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR). Sepekan kemudian gempa kembali melanda dengan lebih kuat yakni 7,0 SR. Meski tak berpotensi tsunami namun ratusan gempa susulan terus melanda wilayah NTB. (republika/ags/data1)